Kena OTT Proyek Jalan PUPR, KPK Tangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dan 13 Orang
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA– Gangguan kejiwaan skizofrenia masih kerap disalahpahami oleh sebagian masyarakat.
Tak jarang, penderitanya dituduh mengalami kerasukan, gangguan gaib, bahkan dianggap kurang iman.
Padahal, skizofrenia adalah penyakit medis serius yang memiliki penyebab ilmiah dan membutuhkan penanganan profesional.
Dokter spesialis kejiwaan dari Siloam Hospital Bogor, dr. Lahargo Kembaren, menyampaikan bahwa skizofrenia adalah gangguan pada kemampuan seseorang dalam membedakan realitas, yang dipicu oleh berbagai faktor internal maupun eksternal.
"Penderitanya tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. Penyebab skizofrenia bersifat multifaktor, alias tidak berdiri sendiri," ujar Lahargo, Rabu (21/5).
Tiga Faktor Utama Pemicu Skizofrenia
1. Faktor Biologis
Faktor ini menjadi fondasi utama. Di otak penderita skizofrenia terjadi ketidakseimbangan neurotransmitter, zat kimia otak yang mengatur persepsi dan emosi.
Beberapa risiko biologis antara lain:
- Riwayat genetik atau keturunan gangguan jiwa
- Gangguan selama kehamilan dan persalinan
- Cedera kepala atau kejang
- Penggunaan alkohol dan narkoba
"Ini gangguan medis, seperti diabetes atau jantung. Bukan karena kerasukan atau mistis," tegas Lahargo.
2. Faktor Psikologis
Pengalaman traumatis, terutama sejak kecil, dapat meningkatkan risiko munculnya gejala skizofrenia. Contohnya:
- Kekerasan fisik, verbal, atau seksual
- Bullying di masa sekolah
- Kehilangan orang terdekat
- Tekanan hidup berlebih
3. Faktor Sosial
Lingkungan sosial yang penuh tekanan dan minim dukungan juga berperan besar. Beberapa di antaranya:
- Masalah ekonomi
- Pola asuh yang keras
- Konflik keluarga berkepanjangan
- Tekanan akademik atau pekerjaan
"Semua itu bisa jadi stressor sosial yang berat dan memperbesar risiko skizofrenia, terutama pada individu yang memang rentan secara biologis," tambah Lahargo.
Lahargo mengingatkan bahwa penderita skizofrenia atau ODS (Orang dengan Skizofrenia) bukanlah orang yang sedang mencari perhatian.
Mereka adalah pasien yang membutuhkan perawatan, dukungan, dan empati.
"Pemahaman yang tepat dari masyarakat adalah langkah awal untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kualitas hidup penderita," pungkasnya.*
(cn/a008)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis sosial Palti Hutabarat meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanfaatkan persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) untu
POLITIK
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki kewenangan memeriksa persoalan syarat pendidikan
NASIONAL
DELI SERDANG Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), digegerkan dengan penemuan mayat bayi baru lahir yang ditemukan dalam bu
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat pengawalan terhadap program strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengawalan dilakukan
NASIONAL
SERANG Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan kebijakan ketenagakerjaan harus mampu menjaga perlindungan peke
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ekosistem Komite Stabilitas
EKONOMI
MEDAN Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan 4.434 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Jawa Timur yang tiba di Pelabuhan
EKONOMI
LUBUK PAKAM Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Deli Serdang menangkap tiga pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial J (30) yang diduga membegal pengemudi ojek pangkalan di kawasan
HUKUM DAN KRIMINAL