THAILAND - Thailand kembali menghadapi lonjakan signifikan kasus COVID-19. Antara 18 hingga 24 Mei 2025, negara tersebut melaporkan 52.917 kasus baru dan empat kematian tambahan akibat virus tersebut. Dengan demikian, total kumulatif kasus sejak awal tahun mencapai 186.308, dengan 44 kematian.
Sebagian besar kasus baru (50.133) merupakan pasien rawat jalan, sementara 2.784 lainnya membutuhkan perawatan di rumah sakit. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan musim hujan dan masa aktif sekolah, yang meningkatkan risiko penularan di tempat umum seperti transportasi publik, sekolah, rumah sakit, dan pusat lansia.
Varian JN.1 dari Omicron masih menjadi strain dominan di Thailand, mencakup 63,92% dari kasus yang diurutkan secara genetik. Meskipun tingkat keparahan menurun, varian ini tetap menyebar dengan cepat.
Untuk mengatasi lonjakan ini, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti mengenakan masker saat demam atau batuk, menghindari kontak dekat dengan orang bergejala, rajin mencuci tangan, dan melakukan tes ATK jika diduga terinfeksi. Jika hasil tes positif, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.
Sekolah Ratwinit Bangkaeo di Distrik Bang Phli, Samut Prakan, kini memberlakukan pembelajaran daring pada tanggal 26 hingga 28 Mei 2025, menyusul peningkatan kasus COVID-19 di lingkungan sekolah.*
(bs/j006)
Editor
:
Bangkok Jadi Zona Merah, Kasus COVID-19 Thailand Melonjak 52.917 Sepekan