BREAKING NEWS
Sabtu, 28 Februari 2026

Mendagri: Pembangunan SPPG Akan Hidupkan Ekonomi Daerah

Abyadi Siregar - Sabtu, 20 September 2025 16:47 WIB
Mendagri: Pembangunan SPPG Akan Hidupkan Ekonomi Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (foto: titokarnavian/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan optimisme bahwa pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai infrastruktur pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Selain menciptakan lapangan kerja baru, program ini dinilai mampu menghidupkan rantai pasok lokal dan mempercepat perputaran uang di masyarakat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/9), Tito mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia 806 titik lahan yang layak digunakan untuk pembangunan SPPG, yang akan difungsikan sebagai pusat operasional penyediaan dan penyaluran makanan bergizi ke sekolah-sekolah.

Baca Juga:
"Ada 806 titik lahan yang tanahnya layak untuk pembangunan SPPG. Lahannya sudah siap dan pemerintah daerah juga sangat antusias," ujar Tito.

Dari jumlah tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) akan membangun 542 unit SPPG, sementara 264 sisanya akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andy Ahmad Zaelany, turut menyoroti potensi ekonomi dari pembangunan SPPG.

Ia menilai keberadaan infrastruktur ini dapat menjadi titik awal pembentukan sentra ekonomi baru di daerah, terutama jika masyarakat lokal, khususnya petani, dilibatkan secara aktif.

"Potensi ini dapat terwujud jika akses bagi masyarakat, khususnya petani, dibuka seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam program," kata Andy.

Menurut Andy, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada penataan kelembagaan dan tata kelola lokal yang baik.

Ia mencontohkan model Korea Selatan, di mana dinas pertanian berperan sentral dalam menjaga mutu komoditas pangan, mengatur proses pembelian dari petani, serta mendistribusikan hasil panen ke sekolah-sekolah secara efisien dan tepat waktu.

Untuk menciptakan dampak ekonomi yang nyata, Andy menekankan pentingnya dua aspek utama dalam pelibatan petani lokal:

- Kepastian lahan dan komoditas yang akan ditanam.

- Sistem pembelian dan distribusi yang melibatkan usaha mikro, kecil, dan koperasi masyarakat.

"Dengan cara ini, uang yang berputar dalam program MBG akan dinikmati langsung oleh warga di daerah. Ini bisa menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan," jelasnya.

Program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi anak sekolah, tapi juga diarahkan sebagai alat pembangunan ekonomi daerah berbasis komunitas dan sumber daya lokal.

Pemerintah berharap bahwa melalui pembangunan SPPG dan tata kelola pangan yang baik, program ini dapat menciptakan dampak sosial-ekonomi jangka panjang.

Pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah untuk proaktif dalam proses penyediaan lahan, pendataan petani lokal, serta pembentukan koperasi atau unit usaha pendukung di sekitar lokasi SPPG.

Dengan komitmen kuat di tingkat pusat dan daerah, MBG berpotensi menjadi salah satu program transformasional dalam sektor pangan, pendidikan, dan ekonomi lokal.*

(kp/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
569 Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Perbaiki Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo Jadi Pembicara Ketiga di PBB, Pengaruh Indonesia Kian Kuat
Ulat Ditemukan di Menu MBG SMAN 6 Solo, Sekolah Jokowi Angkat Bicara
Menkeu Purbaya Siap Ambil Alih Dana MBG Jika Tak Terserap: "Daripada Duit Nganggur"
MBG Diusulkan Jadi Uang Tunai, Istana: Program Sekarang Sudah Paling Ideal
Menkeu Purbaya: Saya Bukan Orang Baik, Saya Orang Pelit!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru