JAKARTA — Upaya Indonesia mempercepat eliminasi Tuberculosis (TBC) memasuki babak baru.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dr. Taruna Ikrar, memastikan bahwa dua vaksinTBC inovatif yang tengah diuji di Indonesia, M72 dan vaksinTBC inhalasi asal China, akan diberikan gratis kepada masyarakat setelah memperoleh izin edar.
Kedua vaksin tersebut saat ini menjalani uji klinis di sejumlah fasilitas kesehatan Indonesia.
Menurut Taruna, pemerintah telah menyiapkan dukungan pendanaan bersama Kementerian Kesehatan agar vaksinasi dapat diberikan secara luas.
"Nanti rencananya bersama Kementerian Kesehatan akan menyiapkan dananya. Sudah dibicarakan, sudah disetujui komisi. Jadi nanti negara yang bayar," ujar Taruna saat ditemui di kantor BPOM, Jumat, 14 November 2025.
Indonesia memegang peran sentral dalam pengembangan dua kandidat vaksinTBC global:
1. Vaksin TBC M72 — Uji Klinis Fase 3 Dikembangkan melalui pendanaan Bill & Melinda Gates Foundation, vaksin M72 ditujukan bagi remaja dan dewasa yang belum terinfeksi TBC.
Indonesia menjadi salah satu lokasi utama Fase 3, tahap paling krusial sebelum vaksin mendapat izin edar.
2. Vaksin TBC Inhalasi AdTB105K — Uji Klinis Fase 1 Berbasis teknologi Adenovirus dan dikembangkan oleh CanSino Biologics bersama Etana, vaksin ini menjadi vaksinTBC pertama di dunia yang diberikan melalui inhalasi.
Inovasi ini diproyeksikan menjadi booster TBC generasi baru.
BPOM Tegaskan: Indonesia Bukan 'Kelinci Percobaan' Taruna Ikrar menepis kekhawatiran publik tentang risiko uji klinis.
Ia menegaskan bahwa semua penelitian harus melalui serangkaian evaluasi ilmiah ketat sebelum diizinkan.