Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis pada konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Kamis (29/1/2026). (foto: Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana mengembangkan layanankesehatan berbasis regional untuk mengantisipasi lonjakan pasien di sejumlah rumah sakit rujukan akibat pelaksanaan Program Berobat Gratis (Probis).
Kebijakan ini ditujukan untuk mendekatkan akses layanankesehatan sesuai wilayah domisili masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan sejak Probis diberlakukan pada 2025, terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien di beberapa rumah sakit besar, seperti RS Haji Medan, RS Adam Malik, RS Royal Prima, dan RS Murni Teguh.
"Rata-rata keterisian tempat tidur di rumah sakit tersebut sudah melebihi 80 persen," ujar Hamid dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (29/1/2026).
Menurut Hamid, Dinas Kesehatan Sumut bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Sumut tengah menyusun skema layanankesehatan regional, meliputi wilayah pantai timur, dataran tinggi, kawasan pariwisata, serta penguatan layanankesehatan di Kota Medan.
"Skema ini dikembangkan agar tidak terjadi penumpukan pasien hanya di rumah sakit tertentu," katanya.
Selain itu, Pemprov Sumut juga akan memperkuat peran fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas dan klinik, agar mampu memberikan layanan dasar secara optimal sehingga rujukan ke rumah sakit dapat diminimalkan.
"Kami ingin layanan dasar cukup ditangani di FKTP, tidak semua harus ke rumah sakit," ujar Hamid.
Hamid juga mengingatkan seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan agar mematuhi standar operasional pelayanan, termasuk ketersediaan sarana prasarana dan sumber daya manusia.
Saat ini, terdapat 172 rumah sakit di Sumut yang bermitra dengan BPJS Kesehatan.
Pada 2025, lima rumah sakit swasta tercatat menerima peringatan pertama akibat pelanggaran standar layanan.
"Kami tetap menegakkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RS Haji Medan, Ridesman Nasution, mengakui penerapan Universal Health Coverage (UHC) melalui Probis berdampak pada lonjakan pasien.
Pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, tercatat 431 pasien dari 20 kabupaten/kota di Sumut mengakses layananProbis di RS Haji Medan.
"Sebagian besar berasal dari Deliserdang, sebanyak 287 pasien," ujarnya.
Untuk meningkatkan kapasitas layanan, RS Haji Medan berencana memperluas ruang Unit Gawat Darurat (UGD) pada 2026.
Rumah sakit ini juga telah menambah kapasitas ICU anak serta akan menambah 32 ruang rawat inap dari total 327 ruang yang tersedia.
Selain penguatan sarana, RS Haji Medan juga merekrut 12 dokter umum dan 72 tenaga kesehatan tambahan.
Pemprov Sumut turut mengalokasikan anggaran Rp3,6 miliar pada 2026 untuk pembiayaan kontrak dokter spesialis.
"Ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Sumut dalam mendukung Program Berobat Gratis yang menjadi Program Hasil Terbaik Cepat Gubernur Sumut," kata Ridesman.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
RS di Sumut Padat Imbas Program Berobat Gratis, Pemprov Kembangkan Layanan Kesehatan Regional