Program ini bertujuan memberikan ruang aman bagi warga binaan untuk berbagi permasalahan pribadi, tekanan emosional, serta kebutuhan pendampingan psikologis selama menjalani masa pidana.
Kegiatan konseling tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat dan Sabtu.
Sesi konseling ini ditangani oleh anak magang yang ditugaskan pada bagian pembinaan, dengan pendampingan dan pengawasan petugas lapas.
Warga binaan yang membutuhkan konseling dapat mendaftarkan diri secara sukarela tanpa paksaan.
Melalui sesi konseling ini, warga binaan diharapkan mampu menyalurkan perasaan, mengelola emosi, serta memperoleh motivasi positif untuk memperbaiki diri.
Konseling juga menjadi salah satu sarana untuk mencegah gangguan psikologis dan membantu proses adaptasi warga binaan selama menjalani pembinaan di dalam lapas.
Kepala LapasLabuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program konseling tersebut.
Menurutnya, pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga pada pemulihan mental dan karakter warga binaan.
"Program konseling ini sangat positif dan perlu terus didukung. Kami berharap melalui kegiatan ini warga binaan dapat memiliki mental yang lebih baik, siap untuk berubah, dan mampu kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih sehat," ujar Hamdi Hasibuan.
Ia menambahkan, LapasLabuhan Ruku berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.*
(ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Peduli Kesehatan Mental, Lapas Labuhan Ruku Buka Sesi Konseling untuk Warga Binaan