BREAKING NEWS
Jumat, 18 September 2026

Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Minta Siswa Gunakan Masker

Adelia Syafitri - Jumat, 18 September 2026 20:23 WIB
Udara Medan Masuk Kategori Tidak Sehat, DPRD Minta Siswa Gunakan Masker
Ilustrasi - Siswa SMAN 1 Berastagi. (foto: Disdik Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra meminta Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi kualitas udara di Kota Medan yang masuk kategori "Tidak Sehat" akibat sebaran asap yang telah mencapai sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Hadi mengatakan kondisi tersebut perlu segera ditangani karena kualitas udara yang buruk berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Ia meminta Pemko Medan melakukan langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar.

Baca Juga:

"BMKG sudah menyampaikan bahwa sebaran asap telah sampai ke Sumatera Utara. Akibatnya, saat ini kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori 'Tidak Sehat'. Kita minta Pemko Medan untuk mengambil langkah konkret terkait kondisi ini," ucap Hadi Suhendra kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

Pimpinan DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, langkah cepat diperlukan agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

Menurut Hadi, kekhawatiran tersebut semakin besar karena berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan, kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 196.547 kasus.

"Apalagi kita juga baru mendapatkan data dari Dinkes Medan bahwa sepanjang Januari – Agustus 2026, jumlah kasus ISPA di Kota Medan mencapai 196.547 kasus. Bagaimana pula dengan kondisi kualitas udara yang saat ini sedang 'Tidak Sehat' akibat sebaran asap, kita khawatir angka ISPA akan melonjak di bulan ini," ujarnya.

Hadi meminta Dinas Kesehatan Kota Medan segera melakukan sosialisasi secara terpadu kepada masyarakat mengenai kondisi kualitas udara saat ini.

Menurut dia, sosialisasi dapat dilakukan melalui seluruh puskesmas dengan melibatkan perangkat kewilayahan.

Masyarakat juga perlu diberikan informasi mengenai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk.

"Melalui seluruh puskesmas dan dibantu dengan perangkat kewilayahan, Dinkes Medan harus menyosialisasikan situasi ini kepada masyarakat. Kemudian, sosialisasikan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti mengurangi aktivitas di luar rumah, penggunaan masker di luar ruangan, hingga menerapkan pola hidup bersih dan sehat," jelasnya.

Selain pencegahan, Hadi meminta Dinas Kesehatan Medan memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Kota Medan.

Ia meminta perhatian diberikan kepada rumah sakit milik pemerintah maupun swasta agar mampu menangani masyarakat yang mengalami ISPA atau gangguan kesehatan lainnya akibat kondisi udara.

"Dinkes Medan harus segera meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah situasi udara 'Tidak Sehat' seperti saat ini. Pastikan seluruh rumah sakit di Kota Medan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terkena ISPA atau penyakit lainnya yang timbul karena situasi ini. Jangan lagi ada alasan kamar rawat inap penuh dan lain sebagainya," tegasnya.

Hadi juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan mengambil langkah perlindungan terhadap para siswa.

Ia meminta Disdikbud mengeluarkan Surat Edaran kepada sekolah-sekolah agar siswa menggunakan masker selama kondisi kualitas udara masih berada pada kategori "Tidak Sehat".

"Disdikbud Medan harus segera mengeluarkan Surat Edaran yang mewajibkan seluruh siswa untuk menggunakan masker. Bila perlu, para siswa dapat diliburkan sementara waktu atau mengikuti proses belajar mengajar dengan sistem daring di tengah situasi kualitas udara 'Tidak Sehat' seperti saat ini," tutupnya.

Sebelumnya, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Medan dr Shereivia Faradillah mengatakan terjadi peningkatan kasus ISPA di Kota Medan sepanjang 2026.

Untuk periode Januari hingga Agustus 2026 saja, Dinkes Medan mencatat 196.547 kasus ISPA.

"Total dari Januari – Agustus, kasus ISPA di Kota Medan sudah mencapai 196.547 kasus. Data ini sudah termasuk karena penyakit lain seperti peneumonia," ungkapnya.* (sp/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua DPRD Karo Datangi BGN di Jakarta, Tuntut Kompensasi untuk Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG
Wacana PAW Anggota DPRD Sumut Dodhy Thahir Mengemuka, Pengamat: Belum Ada Putusan Inkrah
Piala Wali Kota Medan I 2026 Resmi Bergulir, 760 Atlet Pelajar Siap Unjuk Kemampuan
Tindak Lanjut Rakor Integritas, Pemko Medan Minta OPD Segera Selesaikan Pekerjaan yang Belum Tuntas
Nama SM Amin Nasution Diusulkan Jadi Nama Jalan di Medan, Rico Waas: Sudah Sangat Layak
Rico Waas Ingin Musik Jazz Membumi di Medan, Car Free Night Bisa Jadi Ruang Pertunjukan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru