Torpedo FC Menang 3-1 atas Sinar Muda FC, Lolos ke Semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17!
PADANGSIDIMPUAN Tim sepakbola Torpedo FC dari Tapanuli Selatan berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17 setel
OLAHRAGA
Boyolali – Aksi protes yang dilakukan oleh peternak dan pengepul susu sapi di Boyolali, Jawa Tengah, terkait pembatasan kuota di Industri Pengolahan Susu (IPS) mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Jateng, Ignasius Haryanta Nugraha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan masalah tersebut kepada Pemerintah Pusat, tepatnya kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan).
“Semalam, saya sudah melaporkan permasalahan ini kepada Bapak Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, serta beberapa Direktur terkait. Kami juga berkoordinasi dengan PeternakanKepala Dinas dan Perikanan Boyolali untuk menyikapi hal ini,” ujar Haryanta, saat menemui massa aksi di Kantor Disnakan Boyolali pada Sabtu (9/11/2024).
Para peternak dan pengepul di Boyolali, yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil susu sapi di Indonesia, telah mengeluhkan pengurangan kuota penerimaan susu dari IPS. Mereka juga mengungkapkan rasa frustrasi karena susu yang seharusnya diserap oleh industri malah terbuang begitu saja, dengan sebagian besar susu bahkan terpaksa dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winong.
Terkait masalah ini, Haryanta memastikan bahwa Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, telah menginstruksikan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Pada Senin (11/11/2024), rapat yang akan melibatkan Asosiasi IPS dan Dinas Peternakan dari daerah sentra susu seperti Boyolali, diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait pembatasan kuota yang dikeluhkan. Rapat ini bertujuan untuk mencari solusi dan konfirmasi mengenai alasan pengurangan kuota dari IPS, termasuk apakah hal tersebut berkaitan dengan adanya impor susu atau tidak.
“Nanti, pada Senin, kami akan melakukan kroscek terhadap perusahaan-perusahaan yang mengimpor bahan baku susu. Kita perlu memastikan apakah pembatasan ini ada hubungannya dengan susu impor,” jelas Haryanta.
Program Swasembada Susu Presiden Prabowo
Terkait dengan masalah impor susu, Haryanta juga mengingatkan bahwa salah satu komitmen pemerintah, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, adalah untuk mencapai swasembada susu dalam lima tahun ke depan. Pemerintah, menurut Haryanta, berencana untuk mengimpor sapi perah sebanyak 1 juta ekor selama periode tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi susu lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor susu, yang saat ini mencakup sekitar 80% dari kebutuhan nasional.
“Kebijakan Presiden Prabowo adalah untuk mengimpor sapi perah, bukan susu. Tujuannya agar dalam lima tahun ke depan, Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan susunya sendiri,” imbuhnya. Saat ini, produksi susu lokal baru mampu memenuhi sekitar 20% dari kebutuhan susu nasional, sementara 80% masih mengandalkan impor.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Lusia Dyah Suciati, menyatakan bahwa pada Senin (11/11/2024), pihaknya juga akan mengadakan pertemuan dengan BUMN yang bergerak di bidang pangan, untuk mencari solusi terkait masalah surplus susu yang terjadi. Pertemuan tersebut juga akan dihadiri oleh perwakilan pengepul susu dari Boyolali.
“Kami berharap dengan adanya pertemuan ini, BUMN yang terlibat dalam pengolahan pangan dapat menampung kelebihan susu yang saat ini terbuang. Ini menjadi harapan kami untuk dapat menemukan solusi yang saling menguntungkan bagi peternak dan industri,” ujar Lusia.
Para peternak dan pengepul susu di Boyolali berharap agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah pembatasan kuota ini. Dengan adanya rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan akan tercapai kesepakatan yang dapat menguntungkan semua pihak, terutama peternak dan pengepul susu, serta mengurangi kerugian yang selama ini mereka alami akibat terbatasnya serapan industri.
“Harapan kami adalah agar masalah ini dapat segera diselesaikan dengan adil, dan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlanjutan industri susu lokal. Kami siap mendukung program-program pemerintah untuk mencapai swasembada susu, tapi kami juga butuh dukungan agar usaha kami tidak sia-sia,” kata salah satu peternak yang terlibat dalam aksi protes. (JOHANSIRAIT)
PADANGSIDIMPUAN Tim sepakbola Torpedo FC dari Tapanuli Selatan berhasil melangkah ke babak semifinal Turnamen Peduli Sepakbola U17 setel
OLAHRAGA
JAKARTA Bareskrim Polri tengah mendalami kasus jaringan jual beli emas hasil tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo, Danke Rajag
HUKUM DAN KRIMINAL
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penting kepada 464 wisudawan Universitas Kris
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memimpin kegiatan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan
NASIONAL
SEMARANG Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah perusahaan di Kabupaten Semarang pa
NASIONAL
JAKARTA Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa terdapat 16 orang ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Analis Kebijakan Publik, Said Didu, berpendapat bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah (Timteng) lebih banyak membaw
NASIONAL
JAKARTA Duka mendalam menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas gugurnya tiga prajurit yang tergabung dalam Satgas UNIFI
SOSOK
JAKARTA Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (B
EKONOMI