Walikota Medan Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai HUT Harian Waspada
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
MYANMAR -Tragedi kemanusiaan kembali menyelimuti Myanmar. Sedikitnya 50 orang tewas dibunuh tentara Myanmar dalam serangan brutal di Desa Byai Phyu, Negara Bagian Rakhine. Serangan ini berlangsung selama dua setengah hari dan menyisakan jejak horor yang mendalam bagi para penduduk desa. Informasi ini diperoleh dari saksi mata dan pasukan pemberontak Tentara Arakan (AA).
Teror dan Penyiksaan di Desa Byai PhyuSejumlah saksi mata mengatakan bahwa penduduk desa mengalami penyiksaan yang mengerikan. Para prajurit menutup mata penduduk, memukuli mereka, menuangkan bensin ke kulit mereka, dan memaksa beberapa orang meminum urine. Kejahatan-kejahatan ini dilakukan dalam upaya mencari pendukung Tentara Arakan, kelompok perlawanan etnis yang telah menjadi salah satu kekuatan paling efektif melawan militer Myanmar.
Menurut Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang mewakili pemerintah sipil yang digulingkan, 51 orang berusia antara 15 hingga 70 tahun “disiksa dan dibunuh dengan kejam”. Tentara Arakan memperkirakan jumlah korban tewas lebih dari 70 orang, menjadikan ini salah satu aksi kekejaman terburuk dalam perang saudara yang telah berlangsung tiga tahun di Myanmar.
Pembantahan dari Junta MiliterDewan militer atau junta yang berkuasa membantah tuduhan tersebut, menyebut serangan mereka sebagai operasi “perdamaian dan keamanan”. Namun, saksi mata memberikan kesaksian yang berbeda. “Mereka bertanya kepada laki-laki apakah Tentara Arakan ada di desa ini,” kata seorang perempuan “Apa pun jawaban yang mereka berikan, tentara akan memukul mereka.”
Kekejaman yang Tak TerbayangkanSeorang saksi mata menceritakan bagaimana suaminya dibawa pergi oleh kendaraan militer, dan anaknya terpisah darinya. “Saya tidak tahu apakah mereka hidup atau mati,” katanya dengan tangis. Para penduduk desa dikurung di tempat terbuka selama dua hari di bawah sinar matahari tanpa makanan atau minuman yang cukup. Puluhan pria diikat, ditutup matanya, dan dibawa untuk diinterogasi. Banyak dari mereka belum kembali hingga kini.
Para penyintas menggambarkan kekejaman yang dilakukan tentara, termasuk memaksa pria yang haus untuk meminum urine mereka. “Saya mendengar suara tembakan, tetapi tidak berani melihat,” ungkap seorang perempuan yang kehilangan suami dan putranya.
Kekejaman BerlanjutLebih dari 100 serdadu menyerbu Desa Byai Phyu, yang terletak di luar Sittwe, ibu kota Negara Bagian Rakhine. Sittwe adalah benteng militer yang penting, tetapi kini terancam oleh kelompok pemberontak yang mendapat simpati dari penduduk setempat. Pria bertato yang menunjukkan dukungan terhadap Tentara Arakan menjadi sasaran kekejaman lebih lanjut, termasuk pemotongan kulit dan pembakaran dengan bensin.
Reaksi InternasionalKekejaman yang dilakukan tentara Myanmar di Byai Phyu memicu reaksi keras dari berbagai pihak. NUG berjanji untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan atas kejahatan perang ini. Tentara Arakan juga menuduh junta militer melakukan pemerkosaan beramai-ramai terhadap beberapa wanita di desa tersebut.
Situasi di RakhineDesa Byai Phyu kini masih dikuasai oleh tentara Myanmar, dengan penduduk yang tersisa diungsikan ke biara-biara Buddha di Sittwe. Laporan menyebutkan sebagian besar desa telah terbakar, dan para penduduk dilarang kembali. Isolasi dan intensitas konflik di Rakhine membuat penyelidikan independen sulit dilakukan, tetapi kesaksian para penyintas memberikan gambaran mengerikan tentang apa yang terjadi.
Seruan untuk KeadilanInsiden di Byai Phyu menambah panjang daftar kekejaman militer Myanmar terhadap etnis minoritas. Komunitas internasional didesak untuk mengambil tindakan tegas dalam mengakhiri kekerasan dan memberikan keadilan bagi korban. Sementara itu, penduduk Rakhine terus hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian, berharap dunia akan memperhatikan penderitaan mereka.
(N/014)
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melepas ribuan peserta jalan santai dalam rangka HUT ke79 Harian Waspada di Jalan Balai
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tetap menjaga sikap kritis sekaligus mampu
PERISTIWA
MEDAN Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berharap kepengurusan baru Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utar
PARIWISATA
BINJAI, SUMUT Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, DPD Tingkat II PKN Kota Binjai menggelar kegiatan donor darah bekerja sama deng
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, m
NASIONAL
TAPANULI TENGAH, SUMUT Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), me
NASIONAL
SOLO, JAWA TENGAH Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, meminta agar UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) tidak hanya
POLITIK
SIMALUNGUN, SUMUT Seorang pria bernama Chu Wen Lee Simanjuntak (37) meninggal dunia setelah dihajar rekannya, BS (42), di Kabupaten Sima
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA Nasib malang menimpa seorang balita berusia 4 tahun di Lakarsantri, Surabaya, setelah menjadi korban penganiayaan oleh paman da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Para pemain Free Fire (FF) tidak boleh melewatkan kesempatan klaim kode redeem FF terbaru hari ini, 15 Februari 2026. Garena kemb
SAINS DAN TEKNOLOGI