Indonesia vs Vietnam U-19: Andi Atmoko Optimis Garuda Muda Menang 2-1 di Laga Penentuan
MEDAN Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Deliserdang akan jadi saksi bisu laga panas penentuan Grup A Piala AFF U19 2026. Timnas U19
OLAHRAGA
JAKARTA -Dua kapal berbendera Rusia, Run Zeng 03 dan Run Zeng 05, kini menjadi pusat perhatian karena hilang kontak sejak awal tahun. Kabar ini tidak hanya mengungkap aktivitas ilegal di lautan Indonesia tetapi juga mengungkap dugaan perdagangan orang yang mengejutkan.
Menurut laporan dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, kedua kapal tersebut terlibat dalam aksi pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah perairan Indonesia. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah temuan bahwa kapal-kapal ini diduga terlibat dalam alih muat (transshipment) ikan hasil tangkapan ilegal, awak kapal perikanan (AKP) berkewarganegaraan Indonesia yang diduga korban perdagangan orang, dan juga bahan bakar minyak di tengah laut.
Januar Dwi Putra, Direktur Program Keamanan Maritim dan Akses untuk Keadilan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), menekankan pentingnya pencarian keberadaan kedua kapal tersebut oleh KKP. Hingga 20 April 2024, kedua kapal masih mematikan Automatic Identification System (AIS), sehingga sulit untuk melacak keberadaannya.
Run Zeng 03 terakhir terdeteksi di Laut China Timur, sementara Run Zeng 05 terakhir terdeteksi di Teluk Ambon pada 31 Januari 2024. Kapal-kapal ini juga sempat singgah di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Namun, jejak mereka menghilang sejak itu.
Dari catatan historis, diketahui bahwa Run Zeng 05 pernah diperiksa oleh otoritas pelabuhan di Tanjung Priok, Jakarta pada Mei 2023. Pemeriksaan tersebut mengungkap sejumlah defisiensi terkait standar kompetensi dan keselamatan awak kapal serta pengelolaan limbah.
Informasi dari International Maritime Organization-Global Integrated Shipping Information System (IMO GISIS) mengindikasikan bahwa kedua kapal ini dimiliki oleh DOPK Progress dan dioperasikan oleh Donggang Runzeng Ocean Fishing, Co. Ltd. Kedua entitas ini memiliki alamat yang sama di China.
Misteri hilangnya kedua kapal ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut masalah illegal fishing tetapi juga perdagangan orang, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. IOJI bersama dengan KKP berupaya keras untuk menemukan jejak kedua kapal tersebut demi menjaga keamanan perairan Indonesia.
Dua kapal berbendera Rusia, Run Zeng 03 dan Run Zeng 05, kini menjadi pusat perhatian karena hilang kontak sejak awal tahun. Kabar ini tidak hanya mengungkap aktivitas ilegal di lautan Indonesia tetapi juga mengungkap dugaan perdagangan orang yang mengejutkan.
Menurut laporan dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, kedua kapal tersebut terlibat dalam aksi pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah perairan Indonesia. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah temuan bahwa kapal-kapal ini diduga terlibat dalam alih muat (transshipment) ikan hasil tangkapan ilegal, awak kapal perikanan (AKP) berkewarganegaraan Indonesia yang diduga korban perdagangan orang, dan juga bahan bakar minyak di tengah laut.
Januar Dwi Putra, Direktur Program Keamanan Maritim dan Akses untuk Keadilan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI), menekankan pentingnya pencarian keberadaan kedua kapal tersebut oleh KKP. Hingga 20 April 2024, kedua kapal masih mematikan Automatic Identification System (AIS), sehingga sulit untuk melacak keberadaannya.
Run Zeng 03 terakhir terdeteksi di Laut China Timur, sementara Run Zeng 05 terakhir terdeteksi di Teluk Ambon pada 31 Januari 2024. Kapal-kapal ini juga sempat singgah di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Namun, jejak mereka menghilang sejak itu.
Dari catatan historis, diketahui bahwa Run Zeng 05 pernah diperiksa oleh otoritas pelabuhan di Tanjung Priok, Jakarta pada Mei 2023. Pemeriksaan tersebut mengungkap sejumlah defisiensi terkait standar kompetensi dan keselamatan awak kapal serta pengelolaan limbah.
Informasi dari International Maritime Organization-Global Integrated Shipping Information System (IMO GISIS) mengindikasikan bahwa kedua kapal ini dimiliki oleh DOPK Progress dan dioperasikan oleh Donggang Runzeng Ocean Fishing, Co. Ltd. Kedua entitas ini memiliki alamat yang sama di China.
Misteri hilangnya kedua kapal ini menjadi sorotan karena tidak hanya menyangkut masalah illegal fishing tetapi juga perdagangan orang, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. IOJI bersama dengan KKP berupaya keras untuk menemukan jejak kedua kapal tersebut demi menjaga keamanan perairan Indonesia.
(N/014)
MEDAN Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Deliserdang akan jadi saksi bisu laga panas penentuan Grup A Piala AFF U19 2026. Timnas U19
OLAHRAGA
MEDAN Kuliner malam di Kota Medan selalu punya daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta seafood. Beragam pilihan tempat makan pinggi
PARIWISATA
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mengambil langkah baru dengan meningkatkan remunerasi atau bunga atas pengelolaan kas pemerintah. Kebijakan
EKONOMI
JAKARTA Isu perombakan kabinet atau reshuffle di jajaran Menteri Keuangan kembali mencuat di tengah dinamika ekonomi nasional. Nama ekon
POLITIK
JAKARTA Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), muncul konsep baru yang disebut AI Sandwich sebagai pendekatan agar ma
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah belum berencana mengisi posisi dua wakil menteri (wame
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto yang secara berulang mene
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tidak mempermasalahkan
EKONOMI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terkait pembukaan peluang
POLITIK
MEDAN Sumatera Utara memiliki banyak destinasi camping yang menarik dan mudah dijangkau dari Kota Medan. Lokasilokasi ini menawarkan peng
PARIWISATA