BANTEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti peran penting program Permodalan Nasional Mardani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) dalam mendukung perekonomian keluarga di Banten. Dalam keterangan yang disampaikannya, Jokowi mengungkapkan bahwa jumlah nasabah PNM Mekaar di provinsi tersebut telah mencapai angka yang signifikan, yakni sebanyak 592 ribu nasabah. Lebih lanjut, dana yang beredar dalam program ini di Banten mencapai angka yang mengesankan, yakni mencapai Rp 9,6 triliun.
Tidak hanya itu, Jokowi juga memberikan gambaran tentang skala nasional dari program PNM Mekaar. Menurutnya, secara keseluruhan, jumlah nasabah program ini di seluruh Indonesia mencapai 15,2 juta orang dengan total peredaran uang mencapai Rp 244 triliun. Namun, dalam konteks ini, Jokowi juga memberikan peringatan penting kepada para nasabah.
Presiden mengingatkan para nasabah untuk berhati-hati dalam mengelola uang yang mereka pinjamkan. Dia menekankan bahwa pemerintah hanya memberikan “kail” dalam bentuk modal usaha, sementara tanggung jawab untuk mengelola dan memanfaatkannya secara bijaksana ada pada para nasabah sendiri. Selain itu, Jokowi juga menyoroti pentingnya disiplin dalam membayar cicilan. Dengan kedisiplinan tersebut, nasabah bisa membuka peluang untuk mendapatkan pinjaman tambahan, bahkan hingga dalam jumlah yang cukup besar, mencapai miliaran rupiah.
Dengan demikian, pernyataan Jokowi ini tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan finansial kepada masyarakat, tetapi juga memberikan arahan dan peringatan kepada para nasabah agar menggunakan dana dengan bijak dan bertanggung jawab, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban keuangan mereka.
(A/08)
Jokowi Soroti PNM Mekaar di Banten dengan 592 Ribu Nasabah dan Peredaran Uang Rp 9,6 Triliun