RAFAH – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menghadapi tantangan diplomatik yang signifikan saat menyerukan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk melindungi warga sipil di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza. Seruan ini muncul sebagai respons terhadap keputusan Netanyahu untuk mempersiapkan pasukan Israel untuk memasuki kota Rafah dengan tujuan menghancurkan Hamas, gerakan militan yang berkuasa di Jalur Gaza.
Dilaporkan oleh Reuters dan AFP pada Senin (12/2/2024), seruan Biden terjadi melalui percakapan telepon dengan Netanyahu pada hari Minggu (11/2) waktu setempat. Dalam percakapan tersebut, Biden menekankan pentingnya Israel untuk tidak melancarkan operasi militer ke Rafah tanpa adanya rencana yang kredibel untuk menjamin keselamatan sekitar 1 juta orang yang berlindung di wilayah tersebut.
Percakapan telepon ini menjadi yang pertama antara Biden dan Netanyahu sejak Presiden AS menyatakan keprihatinan atas respons militer Israel di Jalur Gaza, yang dianggapnya “berlebihan”, serta meningkatnya jumlah korban sipil di daerah Palestina tersebut. Di tengah meningkatnya ketegangan, Biden mengingatkan Netanyahu bahwa langkah-langkah militer harus sejalan dengan upaya melindungi warga sipil, sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang mendasari hukum internasional.
Selain itu, pembahasan dalam percakapan itu juga memusatkan perhatian pada upaya pembebasan 132 sandera yang masih ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza. Seorang pejabat senior pemerintah AS menyebutkan bahwa ada “kemajuan nyata” dalam beberapa pekan terakhir terkait upaya pembebasan sandera tersebut. Biden menekankan perlunya memanfaatkan kemajuan tersebut untuk memastikan pembebasan semua sandera secepat mungkin.
Dalam konteks ini, Biden menyoroti pentingnya menjamin keselamatan warga sipil di Rafah sebelum Israel melancarkan operasi militer. Hal ini mencerminkan komitmen AS untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut, serta untuk memastikan bahwa setiap tindakan militer diambil dengan mempertimbangkan konsekuensi kemanusiaan yang luas.
Percakapan telepon ini menjadi salah satu momen krusial dalam diplomasi internasional di Timur Tengah, menyoroti peran AS sebagai mediator dalam konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Dalam konteks yang penuh tekanan ini, Biden terus berusaha untuk memfasilitasi dialog dan mencari solusi yang berkelanjutan demi perdamaian di wilayah tersebut.
(A/08)
Joe Biden Minta Netanyahu Lindungi Warga Sipil di Rafah