Jakarta – Indonesia secara resmi bergabung dengan blok ekonomi BRICS sebagai anggota penuh pada Selasa (7/1/2025). Pengumuman ini datang setelah pertemuan puncak BRICS di Johannesburg pada 2023. Brasil, yang memegang kepemimpinan BRICS pada 2025, menyatakan bahwa keputusan ini dicapai melalui konsensus negara-negara anggota. Dengan bergabungnya Indonesia, BRICS kini memiliki lebih banyak kekuatan di panggung internasional.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat dunia, telah lama mengungkapkan keinginannya untuk menjadi bagian dari BRICS sebagai upaya memperkuat posisi negara berkembang dan memajukan kepentingan Global South. Pencalonan Indonesia disetujui oleh para pemimpin BRICS dalam KTT di Johannesburg pada Agustus 2023, dan negara ini akhirnya mengomunikasikan niatnya untuk bergabung setelah pemerintahan baru terbentuk.
Indonesia menilai bahwa bergabung dengan BRICS dapat memberikan peluang besar untuk mengakses pasar global dan memperkuat kerjasama dengan negara-negara besar seperti Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Sebagai anggota penuh, Indonesia bergabung dengan blok yang mencakup lebih dari 40% populasi dunia dan 35% PDB global, menjadikannya pemain penting dalam perekonomian dunia. Keanggotaannya ini akan memberikan Indonesia peran lebih besar dalam diplomasi global dan meningkatkan kerjasama ekonomi.
BRICS sendiri telah menyambut empat negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat kedudukannya sebagai kekuatan ekonomi yang lebih besar. Keputusan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya yang tergabung dalam BRICS. Dengan peran yang semakin besar di kancah internasional, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan peluang untuk memperkuat sektor-sektor utama seperti perdagangan, teknologi, dan energi.
(christie)
BRICS Sambut Indonesia, Perluasan Blok Ekonomi Global Dimulai