Disebut “Lemah”, Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut Pemerintahan Trump
VATIKAN Paus Leo XIV menyatakan tidak gentar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutnya lemah akibat kritiknya terhadap
INTERNASIONAL
BOGOR -Menanggapi insiden dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa di Kota Bogor akibat konsumsi makanan dari program Menu Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat dengan menyiapkan skema asuransi bagi para penerima manfaat program tersebut.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dua asosiasi asuransi besar, yakni Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), guna membentuk konsorsium pengelolaan asuransi MBG.
"Untuk asuransi penerima manfaat, kami masih melakukan koordinasi dengan OJK. Nantinya konsorsium akan menentukan bentuk layanan asuransi yang paling sesuai," ujar Dadan, Senin (12/5/2025).
Dadan juga menyampaikan bahwa premi asuransi akan dibayarkan melalui masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Terdapat dua jenis asuransi yang akan diberlakukan, yaitu untuk petugas SPPG dan penerima manfaat program MBG.
"Karyawan SPPG akan mendapatkan asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Kedua jenis asuransi ini akan dikelola melalui masing-masing SPPG," tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menegaskan bahwa biaya pengobatan siswa yang diduga mengalami keracunan akan tetap ditanggung BGN selama masa kajian skema asuransi berlangsung.
"Skema ini termasuk dalam biaya operasional. Kalau pun terjadi keracunan, BGN akan membantu menanggung biaya pengobatan," ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025).
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat total siswa yang mengalami gejala keracunan telah mencapai 214 orang, tersebar di sembilan sekolah.
Data terakhir menunjukkan adanya penambahan empat kasus baru hingga Sabtu (10/5/2025).
Berikut daftar sekolah terdampak:
TK Bina Insani: 25 siswa
SD Bina Insani: 10 siswa
SMP Bina Insani: 94 siswa
SMA Bina Insani: 1 siswa
SDN Kukupu 3: 8 siswa
SDN Kedung Waringin: 7 siswa
SDN Kedung Jaya 1: 16 siswa
SDN Kedung Jaya 2: 45 siswa
SMP Bina Graha: 8 siswa
Kasus ini masih dalam investigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang, sementara program MBG di sejumlah titik dihentikan sementara untuk evaluasi dan pemeriksaan kualitas makanan.*
(wh/a008)
VATIKAN Paus Leo XIV menyatakan tidak gentar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutnya lemah akibat kritiknya terhadap
INTERNASIONAL
MOSKWA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan kunjungannya ke Istana Kremlin, Moskwa, Rusia, bertujuan untuk berkonsult
NASIONAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah da
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf menekankan pentingnya transformasi digital, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan Ban
PEMERINTAHAN
JAKARTA ST Burhanuddin melakukan rotasi dan mutasi terhadap sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung, termasuk posisi Kepal
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Marjani, ajudan mantan Gubernur Riau Abdul Wahid, dalam kasus dugaan pemerasan di lingk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman resmi mengakhiri masa tugasnya setelah 15 tahun mengabdi di lembaga penjaga konstitusi terse
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti maraknya kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pember
NASIONAL
OlehRuben Cornelius SiagianDi tengah dinamika sosial, ekonomi, dan tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, peran organisasi kepemudaan
OPINI
TAPTENG Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap salah satu penyebab masih minimnya penyaluran bantuan kepada warga korban banjir
PEMERINTAHAN