BPA Luncurkan BPA Fair 2026, Dorong Optimalisasi Lelang Aset Negara dengan Target Rp100 Miliar Lebih
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN -Cuaca di Kota Medan dan sekitarnya diprediksi didominasi kondisi berawan dalam beberapa hari ke depan, namun masyarakat diimbau tetap waspada karena potensi hujan ringan hingga hujan petir diperkirakan mulai meningkat menjelang akhir pekan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di seluruh kecamatan di Medan berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi, mencapai 98%, terutama pada pagi dan malam hari.
Prakiraan Cuaca Harian di Medan
Beberapa kecamatan seperti Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, dan Medan Denai akan mengalami cuaca berawan hingga Jumat (13/6), sebelum mulai diguyur hujan ringan dan disertai petir pada akhir pekan, Sabtu (14/6) hingga Senin (17/6).
"Titik-titik dengan kelembapan tinggi seperti Medan Johor, Medan Tembung, dan Medan Perjuangan patut mewaspadai potensi hujan petir pada malam hari," ujar seorang analis cuaca dari BMKG Wilayah I Medan.
Secara umum, prakiraan cuaca selama sepekan ke depan menunjukkan tren kondisi lembab dengan fluktuasi suhu harian antara 23°C hingga 33°C, menjadikan Medan cukup gerah dan lembap.
Pola awan konvektif yang terbentuk akibat pemanasan lokal dan kelembapan tinggi memungkinkan pembentukan awan cumulonimbus, yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dan kilat sesaat. BMKG mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hingga malam hari, untuk membawa perlindungan seperti jas hujan atau payung.
Kawasan pesisir seperti Medan Belawan, Medan Marelan, dan Medan Labuhan juga menunjukkan kelembapan lebih rendah dibanding daerah tengah kota, namun tetap memiliki risiko hujan petir, terutama pada tanggal 16–18 Juni 2025.
Pastikan selalu mengecek prakiraan cuaca harian melalui aplikasi atau laman resmi BMKG.
Hindari berteduh di bawah pohon saat terjadi kilat/petir.
Gunakan pakaian ringan dan menyerap keringat untuk menghindari dehidrasi akibat suhu panas.
Tetap jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi cukup air dan makanan bergizi.
BMKG juga menyarankan agar pemerintah daerah tetap sigap dalam menghadapi kemungkinan genangan air di beberapa titik rawan banjir saat hujan deras turun, khususnya di kawasan padat seperti Medan Amplas, Medan Area, dan Medan Petisah.
"Cuaca adalah faktor penting dalam mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Waspada dan antisipasi lebih baik daripada terjebak di tengah cuaca ekstrem," pungkas pernyataan BMKG.*
(bmkg/J006)
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) resmi meluncurkan BPA Fair 2026 sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pemulihan aset negar
EKONOMI
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Saiful Bahri alias Pon (47), kurir narkotika
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Rancangan UndangUndan
POLITIK
BATU BARA Wacana pemekaran wilayah yang mengusung pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali memantik perhatian publik. Kali ini
POLITIK
JAKARTA Pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi bauran energi, termasuk opsi pengembangan P
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah
EKONOMI
MEDAN Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar be
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kebutuhan hingga 19.000 e
EKONOMI
JAKARTA Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menyampaikan keberatan atas perce
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026 diper
PEMERINTAHAN