BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Empat Mantan Anggota OPM di Sinak Kembali Setia kepada NKRI, TNI Tekankan Pendekatan Humanis di Papua

Ronald Harahap - Kamis, 10 Juli 2025 23:29 WIB
Empat Mantan Anggota OPM di Sinak Kembali Setia kepada NKRI, TNI Tekankan Pendekatan Humanis di Papua
Empat mantan anggota OPM dari Kodap III Sinak, Kab. Puncak, Papua Tengah, resmi menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI di halaman Kantor Koramil 1717-02/Sinak, Rabu (9/7/2025). (foto: Dok. Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PAPUA TENGAH – Upaya pendekatan persuasif dan humanis yang terus digencarkan TNI di Papua kembali membuahkan hasil positif.

Empat orang mantan anggota kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap III Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, secara resmi menyatakan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar tersebut berlangsung pada Rabu (9/7/2025) di halaman Kantor Koramil 1717-02/Sinak, dan disaksikan oleh jajaran aparat TNI serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:

Keempat mantan anggota OPM yang menyatakan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi adalah Yopi Tabuni, Erenus Tabuni, Kilistus Murib, dan Endan Tabuni.

Dalam prosesi tersebut, mereka melafalkan dan menandatangani Ikrar Kesetiaan kepada NKRI, disertai penghormatan terhadap Bendera Merah Putih sebagai lambang persatuan dan komitmen kebangsaan.

Baca Juga:

Keberhasilan ini menjadi bukti dari efektivitas strategi TNI yang mengedepankan pendekatan dialog, komunikasi, dan pembinaan yang membangun kepercayaan antara aparat dan masyarakat Papua.

Komitmen untuk menciptakan situasi yang damai dan harmonis terus diupayakan melalui pendekatan yang berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap hukum.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dalam keterangan pers di Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (10/7/2025), menegaskan bahwa pendekatan TNI di Papua dilakukan secara terukur dan berlandaskan pada prinsip-prinsip legalitas, moralitas, dan perlindungan terhadap warga sipil.

"Kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. TNI hadir di Papua tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan masa depan yang damai dan sejahtera," ujar Mayjen Kristomei.

Menurutnya, mereka yang memilih meninggalkan jalur kekerasan untuk kembali membangun kehidupan damai bersama negara adalah bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.

Dukungan dan pembinaan akan diberikan agar mereka dapat berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Saudara-saudara kita yang kembali ini adalah bagian dari kita. Kini saatnya bergandengan tangan membangun Papua yang aman, bermartabat, dan sejahtera," tambahnya.

TNI menegaskan akan terus mengedepankan strategi pembinaan teritorial, memperluas ruang dialog, serta memberikan kesempatan rekonsiliasi bagi pihak-pihak yang ingin kembali bersatu dalam semangat kebangsaan.

Dengan langkah ini, diharapkan tercipta Papua yang lebih damai dan inklusif, serta tumbuh sebagai bagian integral dari Indonesia yang adil dan makmur.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Upacara HUT ke-80 RI di Papua Berlangsung Aman dan Penuh Semangat Kebangsaan
TNI Tembak Mati Dua Anggota OPM di Puncak Papua, Temukan Puluhan Juta Uang Tunai dan Amunisi
Warga Sipil Meninggal Dunia Diserang KKB di Intan Jaya, Satgas Cartenz Lakukan Pengejaran
Satgas Ops Damai Cartenz Tebar Kepedulian dan Kebahagiaan di Paniai dan Intan Jaya
Motivasi Meraih Prestasi, Satgas Yonif 521/DY Salurkan Bantuan Sarana Olahraga di Distrik Bolakme
Bukan Hanya Infrastruktur, Gibran Ditugaskan Prabowo Atasi Isu HAM di Papua?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru