BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Baru 6 Bulan Menjabat, Dirut Agrinas Joao Angelo Mengundurkan Diri dan Minta Maaf ke Presiden

- Senin, 11 Agustus 2025 18:49 WIB
Baru 6 Bulan Menjabat, Dirut Agrinas Joao Angelo Mengundurkan Diri dan Minta Maaf ke Presiden
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota. (foto: cnbc )
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (11/8/2025), tepat enam bulan sejak ia ditunjuk memimpin perusahaan tersebut.

Pengumuman disampaikan Joao dalam konferensi pers yang penuh emosional. Dengan suara bergetar dan ekspresi penyesalan mendalam, ia menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto atas kinerjanya yang dinilai belum maksimal.

"Hari ini tepat 6 bulan. Kami sampai hari ini belum dapat memberikan kontribusi yang nyata dan langsung kepada ekonomi negara maupun dalam mewujudkan kesejahteraan petani," ujar Joao, Senin (11/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Joao juga terlihat membungkuk di hadapan awak media sebagai bentuk permintaan maaf yang tulus.

"Jadi, perkenankan saya menyampaikan pengunduran diri dan izinkan saya untuk meminta maaf," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Surat Pengunduran Diri Sudah Dikirim ke Danantara

Joao mengonfirmasi bahwa surat pengunduran dirinya telah disampaikan ke Danantara, induk holding BUMN pangan, tempat Agrinas Pangan Nusantara bernaung.

Keputusan ini diambil setelah refleksi mendalam terhadap perjalanan enam bulan terakhir yang dinilai belum mencapai hasil signifikan, terutama dalam mewujudkan visi meningkatkan ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani.

Tentang Agrinas Pangan Nusantara

Agrinas Pangan Nusantara baru resmi diluncurkan pada 14 Mei 2025 sebagai bagian dari konsolidasi BUMN di sektor pangan. Proyek perdana perusahaan ini dijalankan di Baturaja, Sumatera Selatan, yang dirancang untuk menjadi model pengembangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

Namun hingga kini, progres perusahaan dinilai masih jauh dari harapan.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru