TAPSEL - Suasana penuh semangat nasionalisme mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Paran Padang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Meski digelar secara sederhana dan dalam suasana efisiensi anggaran, perayaan tetap berlangsung meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai kegiatan lomba khas 17-an seperti panjat pinang, tarik tambang, lomba anak-anak, dan permainan rakyat lainnya digelar di lapangan desa. Tak hanya anak-anak dan remaja, warga dewasa pun ikut berpartisipasi, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat dan penuh tawa.
"Perlombaan ini kami selenggarakan untuk semua kalangan, dari anak-anak sampai orang tua. Hari ini puncak acara dan kita tutup dengan panjat pinang serta tarik tambang, sekaligus pembagian hadiah bagi para juara," ujar salah satu panitia kegiatan.
Kepala Desa: Ini Bentuk Penghormatan Kepada Para Pahlawan
Kepala Desa Paran Padang, Palenty Nasution, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi warga. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi semangat nasionalisme masyarakat Paran Padang. Ini bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan pejuang kemerdekaan," ungkap Palenty.
Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada generasi muda.
"Kita ingin generasi muda tetap memiliki rasa nasionalisme yang tumbuh dari hati, dan terus menjaga adat serta budaya yang diwariskan secara turun-temurun," tambahnya.
Menjaga Semangat di Tengah Perubahan Zaman
Dalam penutupan acara, Kepala Desa menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus terus dijaga dan dijadikan pijakan untuk menghadapi tantangan zaman modern.