BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

Pemekaran atau Perluasan Beban?

BITV Admin - Jumat, 24 April 2026 12:42 WIB
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh krisna
Sudah terlalu lama pemekaran daerah dijual sebagai janji kesejahteraan. Narasinya indah, mudah dipercaya, dan terus diulang sejak era Reformasi 1998.

Namun ketika angka-angka dibuka, yang tampak bukan kemajuan—melainkan ketergantungan yang terus dipelihara.Fakta yang Terlalu Jelas untuk Diabaikan

Baca Juga:

Mari bicara data, bukan retorika.Di Kabupaten Labuhanbatu Utara:

Pendapatan: ± Rp1,09 triliunPAD: ± Rp57 miliar (sekitar 5%)

Transfer pusat: ± Rp977 miliar (hampir 90%)
Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan:

Pendapatan: ± Rp974 miliar

PAD: ± Rp75 miliar (sekitar 7–8%)

Transfer pusat: ± Rp830 miliar (±85%)
Dan di Kabupaten Batu Bara—yang bahkan memiliki potensi industri:

Pendapatan: ± Rp1,5–1,6 triliunPAD: ± Rp120–150 miliar (masih di bawah 10%)

Baca Juga:

Transfer pusat: ± Rp1,2 triliun (sekitar 80%)
Ini bukan anomali. Ini pola.

Setiap Rp100 yang dibelanjakan daerah, hanya Rp5–Rp10 yang benar-benar dihasilkan sendiri.
Sisanya? Ditopang oleh pusat.Kenyataan yang Sulit Disangkal

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ajukan Masukan RUU Hak Cipta, Dewan Pers Ungkap Poin Penting Perlindungan Karya Jurnalistik
Belajar Investasi Sejak Dini, Siswa SMA Labschool Unesa 1 Dibekali Literasi Pasar Modal oleh Praktisi Sekuritas
Usulan Pajak di Selat Malaka oleh Purbaya Picu Pro-Kontra: Menlu RI, Singapura, dan DPR Buka Suara
Dugaan Korupsi Pasar Ikan Sibolga Makin Dalam, Wakil Wali Kota Ikut Diperiksa Polda Sumut
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Wabup Labusel Resmikan Desa Cantik, Dorong Desa Kelola Data Mandiri untuk Perkuat Pembangunan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Pemekaran atau Perluasan Beban?

Pemekaran atau Perluasan Beban?

Oleh Krisna.SUDAH terlalu lama pemekaran daerah dijual sebagai janji kesejahteraan. Narasinya indah, mudah dipercaya, dan terus diulang sej

OPINI