Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Gen Z tidak mencari kepuasan instan. Mereka lebih memprioritaskan kecocokan ketimbang pengeluaran besar," tuturnya.
Data dari OkCupid juga menunjukkan bahwa 68% pengguna bersedia menjalin hubungan dengan pasangan berpenghasilan lebih rendah, asalkan memiliki motivasi dan tidak terlalu fokus pada aspek material.
Fenomena ini berimbas pada bergesernya pencapaian hidup. Berdasarkan data sensus Amerika Serikat, pada tahun 1975, sekitar 45% orang usia 25–34 tahun sudah menikah, memiliki anak, dan rumah sendiri.
Namun, pada 2024, hanya 21% yang mencapai tahapan tersebut.
"Tonggak kehidupan generasi muda saat ini berbeda. Mereka lebih fleksibel dalam memaknai pencapaian pribadi," ungkap Hoffman.
Sebagai alternatif, para ahli menyarankan agar anak muda mengubah cara pandang terhadap kencan.
Daripada melihatnya sebagai beban finansial, mereka bisa memaknainya sebagai bentuk biaya sosial, kesempatan untuk membangun relasi dan melatih komunikasi interpersonal.
"Dulu pergi ke bar atau berkumpul bukan sekadar mencari pasangan, tapi membangun koneksi. Itu hal yang masih sangat penting di era digital ini," kata Hoffman.*
(vo/a008)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.