JAKARTA - Sebanyak 196 anak dan remaja di bawah umur diamankan aparat kepolisian usai unjuk rasa berujung ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, pada Senin (25/8).
Seluruh remaja tersebut dipulangkan ke orang tuanya hari ini setelah menjalani pemeriksaan awal di Polda Metro Jaya.
Dalam proses pemulangan, beberapa remaja mengaku tidak berniat ikut berdemo, melainkan hanya ikut-ikutan atau datang karena ajakan teman.
"Gak demo, kita mah main, bak-bakan doang. Jalan-jalan doang," kata AP (15), pelajar kelas 3 SMP asal Jakarta Selatan. Ia bahkan mengaku kena pukul tongkat polisi saat ditangkap dan menunjukkan memar di tangannya.
Para remaja tersebut ditempatkan di aula, bukan di sel tahanan. Mereka diminta mengisi biodata, menjalani tes urine, dan diberi pengarahan oleh petugas.
Salah seorang remaja lainnya, F (16), mengaku mengetahui informasi demo dari media sosial dan ikut turun ke jalan dari Kampung Melayu.
"Di dalem Polda, dipandu, diomelin, terus didata," ujarnya. F mengaku kapok dan tak akan mengulang perbuatannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut bahwa total ada 351 orang yang diamankan dalam aksi kemarin:
155 orang dewasa
196 anak/remaja
Dari jumlah tersebut, 7 orang dewasa dinyatakan positif narkoba dan masih dalam pemeriksaan intensif.
25 Agustus 2025: Aksi demo di DPR/MPR berlangsung ricuh.