KontraS Soroti Minim Transparansi, Ragu Peradilan Militer Ungkap Motif Penyiraman Air Keras
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan sejumlah karyawan berkumpul, menangis, dan berpelukan, yang sebelumnya menuai spekulasi publik terkait dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan Direktur & Corporate Secretary Gudang Garam, Heru Budiman, pada Rabu (10/9/2025), ia menegaskan bahwa peristiwa dalam video tersebut bukanlah PHK massal, melainkan proses pelepasan 309 karyawan melalui pensiun normal, pensiun dini sukarela, dan berakhirnya masa kontrak kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Dengan ini kami sampaikan bahwa yang terjadi bukan PHK massal, melainkan pelepasan 309 karyawan secara normatif melalui mekanisme pensiun normal, pensiun dini secara sukarela, dan berakhirnya kontrak kerja sesuai batas waktu," ujar Heru.
Heru memastikan bahwa aktivitas operasional perseroan, mulai dari proses produksi hingga distribusi, berjalan seperti biasa dan tidak terganggu oleh proses pelepasan karyawan tersebut.
"Kejadian tersebut tidak memberikan dampak terhadap kelangsungan usaha maupun kondisi keuangan perseroan," tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses ini tidak memicu permasalahan hukum dan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, Heru turut menjelaskan langkah strategis yang diambil Gudang Garam di tengah lesunya daya beli konsumen akibat tingginya tarif cukai rokok dan maraknya produk ilegal.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, Gudang Garam telah meluncurkan beberapa varian produk baru pada tahun 2024 guna menjangkau pasar yang lebih luas dan lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
"Perseroan akan terus berinovasi dengan produk-produk yang sesuai dengan kondisi pasar, sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan cukai yang berlaku," jelas Heru.
Ia menegaskan bahwa Gudang Garam tetap berkomitmen untuk mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan, termasuk dalam pemberian hak-hak karyawan yang akan dilepas atau terkena dampak penyesuaian operasional.
"Perseroan selalu memberikan hak karyawan sesuai ketentuan, termasuk apabila merasa perlu melakukan adaptasi terhadap skala operasional," pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, Gudang Garam berharap publik mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terjebak dalam spekulasi yang menyesatkan.
Perusahaan menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperhatikan hak dan kesejahteraan karyawan di tengah tantangan industri tembakau yang kian kompleks.*
(sp/a008)
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar digital forensik Rismon Sianipar angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan Wakil Presiden ke10 dan 12 RI Jusuf Kalla k
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal MV Gol
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyaksikan langsung ajang Sprint Rally Sumut 2026 yang menjadi seri pembuka Kejuaraan Nasi
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk lebih bangga terhadap budaya Indonesia dan tidak merasa rendah diri terhada
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa progres uji coba program biodiesel 50 persen (
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai digitalisasi dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat menjadi s
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono buka suara terkait namanya yang disebutsebut menguat sebagai calon Ketua Umum Ikatan Pencak Silat
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjang pencak silat yang kini menjadi identitas bangsa dan semakin dikenal dun
SENI DAN BUDAYA