BREAKING NEWS
Minggu, 12 April 2026

5.000 Dapur MBG Fiktif? BGN Buka Suara

Adelia Syafitri - Sabtu, 20 September 2025 19:49 WIB
5.000 Dapur MBG Fiktif? BGN Buka Suara
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pamerah, Jakarta. (foto: MI/Usman Iskandar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) membantah tudingan bahwa 5.000 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah fiktif.

BGN menegaskan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi telah melalui proses verifikasi secara ketat dan transparan.

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya menjelaskan, dugaan munculnya dapur fiktif berasal dari daftar usulan titik SPPG yang tercatat dalam portal mitra, namun belum terealisasi secara fisik.

Baca Juga:
"Semua SPPG operasional yang terverifikasi tidak mungkin fiktif karena harus dilengkapi dengan perwakilan yayasan dan Kepala SPPG," ujar Sony melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/9/2025).

Sony menegaskan bahwa setiap usulan pembangunan dapur harus melewati sejumlah tahap mulai dari pengajuan awal, survei lapangan, hingga verifikasi kelayakan.

Jika dalam prosesnya progres pembangunan dinyatakan nol persen, sistem akan mengembalikan status usulan ke tahap awal.

"Saat ini BGN telah meninjau usulan dengan progres nol persen dan titik-titik tersebut dikembalikan ke tahap verifikasi pengajuan," tambahnya.

Terkait mekanisme pencairan dana program MBG, BGN memastikan bahwa prosedur dilakukan melalui akun virtual resmi, dan hanya bisa dijalankan oleh perwakilan yayasan sebagai "maker" dan Kepala SPPG sebagai "approver."

"Tanpa usulan dan persetujuan resmi, tidak mungkin satu rupiah pun bisa keluar dari akun virtual," tegas Sony.

BGN mencatat sebanyak 3.520 pengaduan terkait pelaksanaan MBG.

Dari jumlah itu, 3.470 aduan telah ditindaklanjuti, dan 1.942 mitra telah menyerahkan bukti pembangunan berupa video yang memvalidasi keberadaan dapur SPPG mereka.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan bahwa lembaganya berkomitmen menjaga akuntabilitas anggaran dan terus mendorong keterbukaan informasi publik.

"Kami pastikan setiap rupiah digunakan sesuai peruntukannya. Masyarakat bisa ikut mengawasi pelaksanaan program MBG secara terbuka," ujar Khairul.

Dengan adanya pengawasan berlapis, sistem verifikasi digital, serta partisipasi masyarakat, BGN optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi jutaan anak Indonesia.

"Kami tidak hanya mengelola program, tapi juga membangun kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas," pungkas Sony.*

(bb/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mendagri: Pembangunan SPPG Akan Hidupkan Ekonomi Daerah
569 Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Perbaiki Program Makan Bergizi Gratis
Ulat Ditemukan di Menu MBG SMAN 6 Solo, Sekolah Jokowi Angkat Bicara
Menkeu Purbaya Siap Ambil Alih Dana MBG Jika Tak Terserap: "Daripada Duit Nganggur"
MBG Diusulkan Jadi Uang Tunai, Istana: Program Sekarang Sudah Paling Ideal
Kajati Sumut Ingatkan Jaksa: Jangan Cawe-Cawe Proyek, Jangan Ganggu Desa!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru