Kejari Medan Limpahkan Berkas Korupsi MFF 2024 ke PN, 4 Tersangka Segera Disidang
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival (MFF
HUKUM DAN KRIMINAL
TABANAN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS PADAS), Ny. Putri Suastini Koster, kembali menggaungkan pentingnya kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, khususnya di tingkat rumah tangga.
Dalam sosialisasi yang digelar di Kecamatan Penebel dan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Selasa (7/10/2025), Putri Koster menekankan bahwa penanganan sampah dimulai dari perubahan perilaku individu dan keluarga.
Mengusung semangat Palemahan Kedas atau lingkungan bersih, Putri Koster mengajak seluruh kader Tim Penggerak PKK se-Bali untuk menjadi ujung tombak edukasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber.Baca Juga:
"Mulailah dari rumah sendiri. Pisahkan sampah sejak dari sumbernya, gunakan kembali yang bisa dimanfaatkan, dan biasakan hidup bersih. Lingkungan bersih adalah cermin kesadaran dan tanggung jawab kita terhadap bumi," tegasnya.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya percepatan pelaksanaan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber melalui gerakan PSBS PADAS, yang telah dicanangkan sebagai langkah strategis menyikapi situasi darurat sampah di Bali.
Putri Koster mengungkapkan bahwa Bali saat ini memproduksi sekitar 3.463 ton sampah per hari, dengan sebagian besar (60%) berasal dari aktivitas rumah tangga.
Sisanya berasal dari pasar (7%) dan sektor perniagaan (11%).
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan konvensional seperti membuang ke TPA atau hanya mengandalkan bank sampah.
Gerakan PSBS PADAS lebih menekankan pada perubahan mindset masyarakat, dari membuang menjadi mengelola sampah.
"Bank sampah memang punya sisi ekonomi, tetapi tidak bisa jadi solusi utama. Banyak masyarakat mengumpulkan sampah hanya untuk dijual, bukan karena kesadaran lingkungan. Kita perlu ubah pola pikir," jelas Putri Koster.
Ia juga menyoroti bahaya plastik sekali pakai yang sulit terurai dan berpotensi mencemari tanah, air, serta menghasilkan racun berbahaya jika dibakar di ruang terbuka.
Oleh karena itu, masyarakat diminta beralih menggunakan produk ramah lingkungan dan mengoptimalkan pemanfaatan teba modern (komposter rumah tangga) untuk pengelolaan sampah organik.
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival (MFF
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Paus Paus Leo XIV melalui unggahan di media sosialnya, T
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengakui Stadion Teladan masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) menjelang gelaran P
OLAHRAGA
JAKARTA Juru Bicara (Jubir) Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, buka suara usai JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan soal m
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke13 RI, Jusuf Kalla (JK), dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Mud
NASIONAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke
NASIONAL
MEDAN Pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam merespons insi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak boleh digeneralisasi sebagai
NASIONAL
TOBA Pencarian jasad Frater Christopher (21) yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, masih terus dilakukan hingga ha
PERISTIWA
NONTHABURI Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan permintaan maaf usai timnya gagal meraih gelar juara Piala AFF Fu
OLAHRAGA