Rico Waas Kukuhkan Mantan Pemain PSMS: Saatnya Legenda Bangkitkan Sepak Bola Medan
MEDAN Semangat menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Medan membara di Stadion Kebun Bunga, Minggu 14/6/2026. Wali Kota Medan Rico T
OLAHRAGA
BITVONLINE.COM– Sebuah pertemuan penting antara wakil menteri luar negeri Iran, Prancis, Jerman, dan Inggris dijadwalkan berlangsung pada Jumat (29/11/2024). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai isu regional dan internasional, termasuk program nuklir Iran, serta perkembangan situasi di Palestina dan Lebanon. Namun, lokasi pertemuan tersebut belum diungkapkan secara resmi oleh pihak Kementerian Luar Negeri Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembicaraan yang telah dimulai sejak bulan September 2024. Saat itu, pembicaraan dilakukan di sela-sela sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Salah satu fokus utama pertemuan nanti adalah isu terkait program nuklir Iran. Ketegangan meningkat setelah dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada pekan lalu mengadopsi sebuah resolusi yang mengecam Iran atas ketidakmampuan negara itu untuk bekerja sama dengan pengawas nuklir internasional. IAEA mengungkapkan kekhawatiran bahwa program nuklir Iran bisa disalahgunakan untuk pengembangan senjata nuklir, meskipun Teheran berkali-kali membantah tuduhan tersebut.
Sebagai respons, Iran mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan “serangkaian sentrifus baru dan canggih” untuk meningkatkan kapasitas pengayaan uranium, yang diubah menjadi gas dan diputar pada kecepatan sangat tinggi untuk meningkatkan proporsi isotop fisil U-235. Behrouz Kamalvandi, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, menyatakan bahwa negara itu akan “meningkatkan kapasitas pengayaan secara substansial dengan memanfaatkan berbagai jenis mesin canggih.”
Namun, meski langkah ini diambil, Iran juga menunjukkan isyarat kooperatif dengan berjanji untuk melanjutkan “kerja sama teknis dan pengamanan” dengan IAEA, merujuk pada komitmen negara itu terhadap pengawasan program nuklir oleh PBB.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang mendukung dialog dengan negara-negara Barat, menegaskan bahwa pemerintah Iran bertekad untuk menghilangkan “keraguan dan ambiguitas” seputar program nuklir negara tersebut. Pezeshkian berharap dapat meredakan ketegangan dan memperjelas niat Iran terkait penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai, alih-alih pengembangan senjata nuklir.
Iran berkomitmen untuk membatasi stok uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian maksimal 60 persen, sebuah langkah yang disetujui oleh IAEA dalam kunjungan terakhir Kepala IAEA Rafael Grossi ke Teheran. Batasan ini adalah kadar kemurnian tertinggi yang digunakan dalam teknologi sipil, dan melebihi batas tersebut dapat digunakan untuk membuat senjata pemusnah massal.
Namun, beberapa pakar mengatakan bahwa pertemuan yang seharusnya berlangsung lebih awal terhambat oleh ketegangan yang berkembang antara Iran dan Israel, terkait perang di Gaza. Ali Vaez, seorang pakar Iran di International Crisis Group, menjelaskan bahwa meskipun kedua belah pihak masih belum mengetahui apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan AS yang baru, kini mereka kembali menyadari bahwa keterlibatan diplomatik mungkin merupakan pilihan yang lebih bijak di tengah siklus eskalasi yang merugikan.
Perundingan mengenai program nuklir Iran telah mengalami banyak dinamika sejak kesepakatan tahun 2015 yang mengarah pada pelonggaran sanksi internasional dengan imbalan pembatasan program nuklir Iran. Namun, setelah AS menarik diri dari perjanjian tersebut pada 2018 di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Iran mulai mengurangi kepatuhannya terhadap kesepakatan itu, yang mencakup peningkatan pengayaan uranium hingga 60 persen.
Meskipun ada ketegangan terkait program nuklir dan isu-isu lainnya, pemerintah Inggris memastikan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk mengambil langkah diplomatik guna mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Kementerian Luar Negeri Inggris menegaskan bahwa negara tersebut akan terus memanfaatkan mekanisme “snapback” dalam perjanjian 2015 untuk memberlakukan kembali sanksi internasional jika diperlukan.
Dengan situasi yang semakin rumit, baik Iran maupun negara-negara Eropa berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kemajuan dalam menyelesaikan perselisihan nuklir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, hasil dari pertemuan tersebut masih harus dilihat, mengingat dinamika geopolitik yang terus berubah, terutama terkait dengan perang di Gaza dan ketegangan regional lainnya.
(JOHANSIRAIT)
MEDAN Semangat menghidupkan kembali kejayaan sepak bola Medan membara di Stadion Kebun Bunga, Minggu 14/6/2026. Wali Kota Medan Rico T
OLAHRAGA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memuji kemandirian dan kekuatan Aisyiyah Kota Medan saat menghadiri Milad ke109 sekaligu
POLITIK
DELISERDANG Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum, Prof. Dr. Hoiruddin Hasibuan, meninjau pengembangan agribisnis aren di Pesan
POLITIK
DELISERDANG Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Partai Amanat Nasional PAN ikut mendorong lebih banyak progra
POLITIK
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI