BREAKING NEWS
Senin, 03 Agustus 2026

Pertamax Turun Lagi, Bahlil: Wajar, Kita Cuma Ikuti Harga Dunia

Dharma - Senin, 03 Agustus 2026 14:34 WIB
Pertamax Turun Lagi, Bahlil: Wajar, Kita Cuma Ikuti Harga Dunia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto: KOMPAS/ADHYASTA DIRGANTARA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax, akan terus menyesuaikan dengan perkembangan harga pasar global. Oleh karena itu, penyesuaian harga BBM tersebut merupakan konsekuensi dari turunnya harga minyak dunia.

Hal tersebut disampaikan Bahlil kepada awak media usai melapor kepada Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026). Bahlil mengatakan kedatangannya ke Istana untuk berkonsultasi mengenai pekerjaan rutin di sektor ESDM.

"Datang untuk melapor kepada Bapak Presiden sekaligus melakukan konsultasi terkait pekerjaan-pekerjaan rutin di ESDM," kata Bahlil.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, pembahasan dengan Presiden antara lain terkait sektor energi dan kelistrikan. "Ya, menyangkut energi, juga menyangkut listrik," ujarnya.

Menanggapi penurunan harga Pertamax per 1 Agustus 2026, Bahlil menegaskan mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut BBM nonsubsidi, harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP," ujar Bahlil.

Menurutnya, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi juga akan mengalami penyesuaian.

"Jadi kalau harga dunia turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik. Dan sekarang kan lagi turun. Kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu," katanya.

Diketahui, mulai 1 Agustus 2026 terdapat penyesuaian harga tiga jenis BBM nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax (RON 92) menjadi Rp15.950 per liter.

Saat ditanya mengenai kemungkinan harga BBM nonsubsidi kembali naik di tengah dinamika geopolitik global, Bahlil mengatakan hal itu bergantung pada perkembangan harga minyak dunia. "Ya, tergantung kondisi geopolitik dunia," ucapnya.

Meski demikian, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi yang digunakan mayoritas masyarakat.

"Tapi yang penting begini. BBM subsidi tidak akan naik. Itu yang paling penting. Karena total pemakaian BBM, 80 persen merupakan BBM subsidi, sedangkan BBM nonsubsidi hanya 20 persen," tegasnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nelayan Tanjungbalai Keluhkan Ruang Tangkap Menyempit, Wali Kota Janji Cari Solusi
Kabar Gembira Pengendara, Pertamax dan Pertamax Turbo di Sumbagut Turun Harga
Sebulan Pakai B50, Sopir Truk Ikan Asin dan Angkutan Umum Sumut Akui Mesin Tetap Aman
Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Pertamina Beberkan Alasannya
Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 Agustus 2026, Bisa Tambah Hemat Lewat Promo MyPertamina!
Pemerintah Aceh Desak Pertamina Benahi Layanan SPBU, Antrean BBM Dinilai Berpotensi Ganggu Fasilitas Umum
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru