Operasi serentak ini digelar sebagai bagian dari upaya Harkamtibmas bidang lalu lintas yang menekankan kepatuhan, keselamatan, dan disiplin berkendara.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif, namun tetap humanis dan edukatif.
"Operasi ini bukan sekadar penindakan. Kami ingin membangun budaya tertib lalu lintas melalui edukasi dan pendekatan persuasif, namun tetap didukung penegakan hukum yang tegas," ujar Yuni, Minggu (16/11/2025).
Dalam Operasi Zebra Krakatau 2025, penegakan hukum dilakukan melalui tilang manual, ETLE statis, ETLE mobile, serta teguran simpatik bagi pelanggaran ringan.
Prioritas utama adalah penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan serius.
Tiga sasaran utama operasi ini, kata Yuni, adalah meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, membangun budaya tertib berkendara, dan mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat, terutama menjelang Operasi Lilin 2025.
Untuk mendukung kegiatan ini, Polda Lampung mengerahkan total 667 personel, terdiri dari 94 personel Satgas Operasi Polda Lampung dan 573 personel Satgas Operasi Polres jajaran.
Seluruh personel bertugas memastikan kelancaran operasi, keamanan masyarakat, serta pelayanan terbaik bagi warga.
"Kami berharap masyarakat memahami bahwa semua langkah ini dilakukan demi keselamatan bersama. Ketaatan lalu lintas adalah kunci menurunkan fatalitas kecelakaan," tegas Yuni.
Ia juga mengimbau masyarakat Lampung untuk melengkapi dokumen kendaraan, mematuhi aturan di jalan, dan mendukung penuh Operasi Zebra Krakatau 2025.
"Keselamatan adalah kebutuhan bersama. Mari kita jadikan Lampung lebih aman dan tertib," pungkas mantan Kapolres Metro tersebut.*