Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sorotan kini tertuju pada PTAR.
Organisasi lingkungan Satya Bumi menyebut ekspansi tambang emas Martabe seluas 603,21 hektare di wilayah curam meningkatkan risiko banjir bandang dan longsor.
Bukaan lahan di dalam konsesi perusahaan diduga menjadi jalur limpasan air ke anak Sungai Garoga, hingga bermuara ke wilayah terdampak banjir seperti Desa Garoga dan Huta Godang.
Perdebatan soal
kayu gelondongan juga mencuat.
Kepala Desa Anggoli menegaskan kayu-kayu tersebut mustahil berasal dari area PT Tri Bahtera Srikandi, melainkan kemungkinan dari sekitar Pit Ramba Joring, yang berdekatan dengan area tambang Martabe.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan operasional Tambang Emas Martabe sempat dihentikan pascabanjir dan meminta perusahaan fokus membantu korban bencana.
Baca Juga:
Pemerintah juga masih meninjau lokasi untuk memastikan keterkaitan aktivitas tambang dengan banjir.
Hingga kini, warga di sepanjang aliran Sungai Sibio-bio menunggu investigasi menyeluruh terkait dugaan pencemaran air, asal kayu gelondongan, dan dampak aktivitas tambang terhadap lingkungan dan ruang hidup masyarakat.
"Yang kami mau sederhana. Air kembali bersih, kebun bisa hidup lagi, dan tidak ada lagi banjir membawa kayu dari hulu," ujar seorang warga.*
(dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.