BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Menjaga Meugang di Tengah Bencana, Perhatian Mualem untuk Warga Aceh

T.Jamaluddin - Rabu, 31 Desember 2025 15:04 WIB
Menjaga Meugang di Tengah Bencana, Perhatian Mualem untuk Warga Aceh
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi meugang bagi masyarakat, khususnya warga terdampak bencana. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Di tengah penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi meugang bagi masyarakat, khususnya warga terdampak bencana.

Dalam rapat bersama jajaran menteri, anggota DPR RI, serta pejabat utama negara di Banda Aceh, Selasa, 30 Desember 2025, Mualem menyampaikan sejumlah permintaan kepada pemerintah pusat.

Salah satunya adalah permintaan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar turut membantu memastikan ketersediaan daging meugang bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga:

Menurut Mualem, meugang bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat Aceh.

Tradisi ini memiliki makna penting dalam menjaga ketenangan batin dan martabat keluarga, terutama menjelang Ramadhan dan hari besar keagamaan.

"Dalam kondisi pascabencana, perhatian terhadap aspek sosial dan budaya masyarakat juga menjadi penting," ujar Mualem dalam pertemuan tersebut.

Tradisi meugang telah mengakar sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda, ketika daging dibagikan kepada rakyat pada momentum keagamaan.

Hingga kini, masyarakat Aceh mengenal tiga meugang utama, yakni menyambut Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Perhatian Mualem terhadap tradisi ini bukan kali pertama ditunjukkan. Selama memimpin Partai Aceh, kegiatan berbagi daging meugang telah menjadi praktik rutin.

Sejumlah kepala daerah yang didukung Partai Aceh juga kerap terlibat dalam membantu masyarakat pada momentum tersebut.

Dalam konteks bencana yang masih berlangsung, Mualem menilai pemulihan Aceh tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan logistik.

Menurut dia, pemulihan sosial dan psikologis masyarakat juga perlu mendapat perhatian, termasuk melalui dukungan terhadap tradisi yang telah lama menjadi penguat solidaritas sosial warga Aceh.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
500 Rumah Pascabanjir Dibangun, Pemerintah Tekankan Keberlanjutan Ekonomi Warga
Kapolri Listyo Sigit Tinjau Infrastruktur dan Lingkungan Sekolah untuk Pulihkan Aktivitas Belajar di Aceh Tamiang
Salurkan 1 Ton Beras, Malik Musa Tegaskan Komitmen Muhammadiyah Pulihkan Warga Aceh Tengah Terdampak Bencana
Upaya Selamatkan Generasi Muda, Polda Aceh Luncurkan Kampung Bebas Narkoba 2026
Menteri PU Pastikan Relawan dan Warga Terlibat Penanganan Pascabanjir Sumatera Digaji Lewat Padat Karya
Pemprov Sumut Siapkan Tenda Darurat untuk Sekolah yang Rusak Akibat Banjir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru