Diduga Hilangkan Barang Bukti Kasus Kuota Haji, Petinggi Maktour Travel Dibidik KPK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan perintangan penyidikan dalam perkara korupsi kuota haji 20232024 yang men
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Founder Ethics of Care Farid Wajdi menilai, wacana menempatkan Polri di bawah kementerian khusus, hadir bukan sebagai terobosan, melainkan sebagai pengalihan. Ia muncul setiap kali kritik terhadap Polri mengeras dan tuntutan reformasi menyentuh wilayah yang paling tidak nyaman: kultur kekuasaan internal.
Dalam konteks itu, lanjut Farid, penolakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap gagasan tersebut memang terdengar tegas. Tetapi ketegasan itu, menurut Farid, lebih menyerupai upaya menjaga status quo ketimbang tawaran jalan keluar.
Argumen Kapolri sederhana dan berulang: Polri harus tetap di bawah presiden demi independensi dan efektivitas. Secara konstitusional, tidak ada yang keliru. Namun publik tidak hidup di ruang normatif, melainkan di ruang pengalaman.Baca Juga:
Dan pengalaman publik menunjukkan satu hal: berada di bawah presiden tidak otomatis membuat Polri independent. Apalagi akuntabel. Justru di bawah presiden-lah, Polri kerap tampil ambigu. Di satu sisi aparat penegak hukum, di sisi lain aktor politik yang terlalu sering "membaca arah angin".
Masalah Polri sejak lama bukan soal siapa atasannya, melainkan bagaimana kekuasaan dijalankan di dalam tubuh institusi. Kekerasan berlebih, konflik internal berdarah, kriminalisasi warga, hingga resistensi terhadap pengawasan eksternal, tidak lahir dari kesalahan struktur komando. Tetapi dari kultur impunitas yang mengeras.
Dalam konteks ini, perdebatan Polri di bawah presiden atau kementerian terdengar seperti perdebatan dekorasi ruang tamu di rumah yang fondasinya keropos.
PATUT DICURIGAI
Di sisi lain, gagasan Polri di bawah kementerian yang dilontarkan sebagian Tim Percepatan Reformasi Polri, juga patut dicurigai. Ia terkesan progresif, tetapi berpotensi dangkal. Seolah-olah reformasi bisa dipercepat dengan memindahkan institusi dari satu kotak ke kotak lain.
Ini pola klasik birokrasi Indonesia: ketika masalah terlalu rumit, jawabannya selalu reorganisasi. Padahal, sejarah menunjukkan perubahan struktur tanpa perubahan mental, hanya melahirkan wajah baru dari problem lama.
Yang lebih problematik, wacana ini justru menyedot energi publik dari isu yang jauh lebih substansial. Alih-alih membicarakan penguatan Kompolnas, reformasi mekanisme etik, transparansi penanganan pelanggaran, atau pembatasan kewenangan diskresioner, perhatian publik dialihkan ke soal posisi administratif. Perdebatan ini aman, steril, dan tidak mengancam siapa pun di dalam institusi. Ia gaduh, tetapi jinak.
Sikap Kapolri yang cepat menolak perubahan structural, patut dibaca bukan hanya sebagai pembelaan prinsip, tetapi juga sebagai refleks institusional: perubahan yang menyentuh kultur selalu lebih menakutkan daripada perubahan bagan organisasi.
Lebih mudah berdebat soal "di bawah siapa" daripada menjawab pertanyaan paling tajam: mengapa pelanggaran terus berulang tanpa efek jera. Dan mengapa pengawasan selalu tampak lemah di hadapan seragam?
Pada akhirnya, reformasi kepolisian tidak akan ditentukan oleh presiden atau menteri mana yang menjadi atasan Polri. Ia akan ditentukan oleh satu hal yang selama ini dihindari: kesediaan Polri untuk membongkar cara berpikirnya sendiri.
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan perintangan penyidikan dalam perkara korupsi kuota haji 20232024 yang men
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto menyatakan kelapa sawit memiliki potensi besar untuk mendukung kemandirian energi nasional. Salah satu p
EKONOMI
DENPASAR Aparatur Sipil Negara (ASN) umat Hindu di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali menggelar persembahyangan bersama da
NASIONAL
BOGOR Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap terdampak jika Perang Dunia III pecah menggunakan senjata nukli
NASIONAL
SENTUL, JAWA BARAT Presiden RI Prabowo Subianto mengaku hatinya bergetar menyaksikan antusiasme para kepala daerah dan anggota Forum Kom
NASIONAL
MEDAN Andar Amin Harahap resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatra Utara (Sumut) pada Musyawarah Da
POLITIK
DELI SERDANG, SUMUT Aparat kepolisian Polres Binjai berhasil menggagalkan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) ilegal dalam jumlah besa
HUKUM DAN KRIMINAL
SENTUL, BOGOR Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Se
NASIONAL
BOGOR Turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cukup signifikan pekan lalu dan berlanjut pada pembukaan perdagangan hari ini mem
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menyatakan Aiptu Ikhwan, anggota Bhabinkamtibmas yang sempat viral terkait tudingan penganiayaan terhadap Suder
HUKUM DAN KRIMINAL