BREAKING NEWS
Selasa, 03 Februari 2026

PLN Targetkan Pemulihan Listrik di Pining Aceh pada 4 Februari Setelah Banjir dan Longsor Melanda

Adelia Syafitri - Sabtu, 31 Januari 2026 18:05 WIB
PLN Targetkan Pemulihan Listrik di Pining Aceh pada 4 Februari Setelah Banjir dan Longsor Melanda
Listrik di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, diperkirakan kembali menyala pada 4 Februari mendatang setelah sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu akhir 2025. (Foto: Dok. pln)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GAYO LUES, ACEHListrik di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, diperkirakan kembali menyala pada 4 Februari mendatang setelah sempat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah itu akhir 2025.

Pengawas Lapangan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Blangkejeren, Rayyan Zaraary, mengatakan proses pemulihan infrastruktur kelistrikan terus dikebut.

"Untuk saat ini, kami fokus di Desa Pasir Putih. Target penyalaan gardu listrik insya Allah mudah-mudahan tercapai pada 4 Februari, jika tidak ada hambatan," ujar Rayyan, Sabtu (31/1).

Baca Juga:

Hingga saat ini, proses pemulihan layanan kelistrikan di Kecamatan Pining telah mencapai 73 persen.

Menurut Rayyan, prioritas utama adalah perbaikan gardu listrik sebelum aliran listrik ditarik ke rumah-rumah warga.

"Setelah trafo selesai, kami akan tarik ke rumah pelanggan. Namun, banyak warga yang sudah berpindah lokasi, sehingga kami masih menunggu informasi final mengenai keberadaan mereka," jelasnya.

Kerusakan infrastruktur di wilayah itu cukup parah.

Tiang dan kabel listrik banyak yang rusak atau hanyut terseret banjir, bahkan tertimbun material longsor.

Selain itu, akses jalan yang tertutup material longsor juga menjadi tantangan tim PLN.

Untuk mempercepat pemulihan, PLN menyiagakan 116 personel gabungan dari berbagai daerah seperti Aceh, Banten, Bangka Belitung, hingga Kalimantan.

Rayyan berharap seluruh wilayah Gayo Lues sudah bisa menyala 100 persen sebelum Ramadan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kerja kolaboratif lintas sektor telah menunjukkan kemajuan nyata di daerah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Infrastruktur dasar seperti jembatan, sekolah, rumah ibadah, pasar, serta layanan dasar seperti listrik, internet, SPBU, air bersih, dan distribusi gas LPG terus dipulihkan secara bertahap.

"Banyak kemajuan yang sudah kita capai dalam memulihkan wilayah-wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata Tito, 26 Januari lalu.*

(an/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Blang Kejeren Bangkit! Gramedia Banda Aceh Salurkan Buku Pengayaan, Anak-Anak Gayo Lues Semangat Belajar Pascabencana
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Sabtu 31 Januari 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
APINDO dan Coca-Cola Salurkan Beasiswa 50.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh
Polda Aceh Tanam 10.000 Mangrove di Banda Aceh, Wujud Nyata Program Green Policing dan Pelestarian Pesisir
Indonesia Gandeng China Kembangkan Proyek Baterai Mobil Listrik Rp 133 Triliun, Target Jadi Ekosistem Kedua Terbesar Dunia
Wapres Gibran Rakabuming Tinjau Rumah Hunian Sementara, Sekolah, dan RSUD di Aceh Tamiang Pascabencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru