"Korban yang sudah dievakuasi sampai hari ini pukul 11.45 WIB adalah 80 bodypack. Dalam pencarian nol," kata Ade.
Pada hari terakhir operasi, tim menemukan empat kantong jenazah di berbagai titik sektor pencarian. Rinciannya, satu bodypack ditemukan pukul 08.53 WIB di area A2, satu pukul 09.50 WIB di area A3, satu pukul 11.13 WIB di area B2, dan satu lagi pukul 11.41 WIB di area yang sama.
Proses identifikasi korban masih berlangsung oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Hingga 1 Februari 2026 pukul 20.36 WIB, sebanyak 61 jenazah dari 77 bodypack telah teridentifikasi, sementara 16 kantong jenazah lainnya masih dalam pemeriksaan.
Sekretaris Daerah Bandung Barat sekaligus Incident Commander, Ade Zakir, menyebut hasil rekonsiliasi data lintas instansi menetapkan total korban terdampak langsung 158 orang, dengan rincian 78 selamat dan 80 meninggal dunia.
Bencana ini juga memaksa 564 jiwa dari 164 kepala keluarga mengungsi di dua lokasi, yakni Aula Desa Pasirlangu dan GOR Desa Pasirlangu.
Selain itu, longsor merusak 48 unit rumah di RW 07, RW 10, dan RW 11. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari dan menyiapkan anggaran Rp 7,3 miliar dari belanja tidak terduga (BTT) APBD 2026 untuk penanganan bencana.
Anggaran tersebut difokuskan pada layanan kesehatan, logistik pengungsi, pemulihan psikososial, operasional kebencanaan, alat berat, dan dapur umum.
Bencana longsor di Cisarua menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi yang meningkatkan risiko tanah bergerak.*