Realisasi TKD Sumut Baru 17,55 Persen, Bobby Nasution Ungkap Penyebab Lambatnya Penyerapan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi masih rendahnya realisasi pemanfaatan dana Transfer ke Daerah (TKD) di Sumatera
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN — Penyaluran bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) bagi warga terdampak banjir di Desa Sabungan Sipabangun, Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, menuai polemik.
Sejumlah warga mengeluhkan pendataan penerima bantuan yang dinilai tidak adil dan tidak mencerminkan tingkat kerusakan yang dialami masyarakat akibat banjir pada Desember 2025 lalu.
Beberapa warga menyebut rumah mereka hanyut, rusak berat, hingga sawah hancur diterjang banjir.Baca Juga:
Namun hingga kini, mereka mengaku belum menerima bantuan apa pun.
Sebaliknya, warga lain yang dinilai mengalami kerusakan lebih ringan justru telah menerima bantuan tunai sebesar Rp1,8 juta dari Kemensos.
"Pendataan yang dilakukan aparat desa kami anggap pilih-pilih. Yang diutamakan justru keluarga atau orang-orang dekat perangkat desa," ujar Leli Sumarny Rambe, warga Desa Sabungan Sipabangun yang mengaku rumah dan lahannya rusak akibat banjir.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya.
Ia mengatakan rumahnya rusak parah dan sawahnya gagal panen, tetapi namanya tidak tercantum dalam daftar penerima bantuan.
"Kami sudah mendatangi kantor kepala desa untuk mempertanyakan ini," katanya.
Menanggapi keberatan warga, aparat desa disebut meminta masyarakat bersabar.
"Jawaban dari desa hanya bilang sabar, itu rezeki masing-masing," ujar warga tersebut.
Kepala Desa Sabungan Sipabangun, menurut warga, menyampaikan bahwa persoalan ini akan dilaporkan ke pihak kecamatan.
Warga kemudian diundang ke Kantor Camat Hutaimbaru untuk membahas masalah tersebut.
Camat Hutaimbaru Robiul Siregar menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan mengusulkan kembali warga yang belum menerima bantuan.
"Kita akan usulkan kembali siapa-siapa yang belum mendapatkan bantuan," ujar Robiul kepada warga.
Meski demikian, kekecewaan masyarakat belum mereda.
Sejumlah warga mendesak pemerintah daerah agar mengevaluasi bahkan mencopot perangkat desa yang dinilai tidak transparan dan tidak adil dalam pendataan bantuan.
"Kami sudah tidak percaya lagi dengan cara kerja perangkat desa yang sekarang," kata Leli Sumarny Rambe.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Sosial terkait mekanisme pendataan dan verifikasi penerima bantuan banjir di Desa Sabungan Sipabangun.*
(ad)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi masih rendahnya realisasi pemanfaatan dana Transfer ke Daerah (TKD) di Sumatera
PEMERINTAHAN
MEDAN Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan menerima 21 laporan aduan sepanjang 2026. Laporan tersebut berasal
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara bekerja sama dengan Bank Sumut menghadirkan program KMG MERDEKA atau Kre
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Komisaris PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU) mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam program kerja sama replanting tan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara menetapkan mantan Wali Kota Sibolga periode 20212025, Jam
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara membantah kabar Alexander Halim alias Akuang alias Lim Sia Cheng melarikan diri ke luar negeri unt
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara meminta pemerintah kabupaten dan kota memperbarui serta memasti
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong penguatan sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah mel
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan pegawai Inspektorat II Jenderal Kementerian Agama, Muhammad Ali Irfan, mengungkap pernyataan mantan Menteri Agama Yaqut C
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga sejumlah ponsel Samsung di Indonesia pada 29 September 2026 masih berada di kisaran yang relatif stabil. Berdasarkan dafta
SAINS DAN TEKNOLOGI