Material longsor berasal dari tanah kolam ikan yang berada di atas rumah korban dan langsung menimpa bangunan.
"Korban saat itu sedang tidur. BPBD saat ini tengah melakukan asesmen data sekaligus memberikan bantuan darurat," ujar Usid, Rabu (4/2/2026).
Kepala Dusun Gunung Bangka Dua, Mulyana, menambahkan bahwa korban merupakan kepala keluarga.
Meskipun sempat dievakuasi dari reruntuhan, korban meninggal sebelum mendapatkan pertolongan medis.
Anggota keluarga lain kini mengungsi ke rumah tetangga.
Selain rumah korban, dua rumah lainnya di sekitar lokasi juga terancam longsor susulan.
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berkepanjangan.
Warga diminta segera melapor bila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah.
Fenomena longsor di Ciamis ini mengingatkan kembali pentingnya mitigasi bencana dan penataan wilayah rawan longsor, terutama di daerah dengan topografi bukit dan kolam ikan di atas permukiman.*
(mt/dh)
Editor
: Dharma
Longsor di Ciamis Timpa Rumah Saat Malam Hari, Satu Orang Tewas dan Dua Rumah Lain Terancam