"Semoga langkah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sehingga mereka dapat merayakan Imlek dengan berbahagia bersama keluarga yang dicintai," ujarnya.
Selain membahas ekonomi, Rico Waas memberikan pesan menyentuh tentang pentingnya menjaga kehangatan dan toleransi di tengah perbedaan.
Menurutnya, Medan adalah simbol keberagaman yang nyata, dengan populasi masyarakat Tionghoa mencapai 10-11%. Kota ini menjadi contoh nyata keragaman di bagian barat Indonesia.
"Kalau mau melihat kota yang begitu beragam sebagai simbolnya Indonesia, lihatlah Kota Medan. Kita hidup dengan toleransi, saling menyayangi, dan melindungi. Itulah sejatinya Indonesia," kata Rico.
Wali kota juga menegaskan bahwa jargon "Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan" mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap umat beragama merasa aman dan nyaman.
"Kami memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh umat beragama yang ada di Kota Medan, karena itulah makna sejati dari Medan Untuk Semua, dan Semua Untuk Medan," imbuhnya.
Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sebagai bagian dari upaya Pemko Medan mendukung masyarakat menjelang perayaan Imlek.*
(dh)
Editor
: Nurul
Pemko Medan Gelar Pasar Murah Jelang Imlek 2577, Wali Kota Rico Waas Tekankan Toleransi dan Kehangatan Sosial