BREAKING NEWS
Jumat, 13 Februari 2026

Jeritan Sekolah Rawan Roboh di Lampung Barat, GEMAK Desak Kejati Usut Dana BOS Miliaran Rupiah

Ahmad Yani Setiawan - Kamis, 12 Februari 2026 22:15 WIB
Jeritan Sekolah Rawan Roboh di Lampung Barat, GEMAK Desak Kejati Usut Dana BOS Miliaran Rupiah
Di bawah terik matahari Kamis (12/2/2026), halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung bergema dengan orasi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Lampung. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDAR LAMPUNG – Di bawah terik matahari Kamis (12/2/2026), halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung bergema dengan orasi Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMAK) Lampung.

Massa mendesak penyelidikan dugaan penyalahgunaan Dana BOS di sejumlah sekolah di Kabupaten Lampung Barat.

GEMAK menyoroti kondisi fisik sekolah yang jauh dari ideal. Plafon ruang kelas jebol, rak buku berdebu, dan meja kursi yang goyah menjadi pemandangan sehari-hari bagi siswa.

Baca Juga:

Padahal, dokumen laporan penggunaan Dana BOS 2024–2025 menunjukkan alokasi ratusan juta rupiah untuk pemeliharaan sarana-prasarana dan pengembangan perpustakaan di masing-masing sekolah.

Beberapa catatan anggaran GEMAK antara lain:

1. SMP Negeri 1 Waytenong: Rp 1,6 miliar, dengan Rp 219 juta untuk pemeliharaan sarana-prasarana.

2. SMP Negeri 1 Liwa: Rp 1,9 miliar, dengan Rp 307 juta untuk pemeliharaan sarana-prasarana.

3. SMP Negeri 1 Sumber Jaya: Rp 1,5 miliar, dengan Rp 314 juta untuk pemeliharaan sarana-prasarana.

"Kondisi sekolah masih jauh dari kata layak. Anak-anak tidak tahu soal laporan anggaran, mereka hanya ingin belajar di ruang yang aman," ujar Fizai, salah satu orator GEMAK.

Massa menekankan bahwa dugaan masalah ini tidak hanya terkait oknum kepala sekolah, tetapi juga Dinas Pendidikan, yang memiliki tanggung jawab pengawasan dan pembinaan. GEMAK menuntut Kejati Lampung menelusuri persoalan ini hingga tuntas, termasuk aliran anggaran dari tingkat hulu.

Dalam aksi itu, GEMAK menyerahkan laporan resmi dan menegaskan akan terus mengawal proses penyelidikan agar transparan, profesional, dan tidak tebang pilih. "Ini bukan aksi satu hari. Kami akan kawal sampai terang," kata koordinator Harizal.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPRD Sumut Siap Dukung Pemko Medan, Rico Waas Tekankan Kolaborasi Atasi Banjir dan Infrastruktur
Polisi Tegaskan Pelaku Pencabulan SD di Asahan Bukan Tokoh Agama, Kasus Masih Diselidiki dan Korban Bisa Bertambah
Pria 53 Tahun di Asahan Ditangkap, Diduga Cabuli Empat Siswi SD dengan Modus Imbalan
Dari Kritik Ayah Hingga Trauma Anak: PASTI Indonesia Bongkar Dugaan Diskriminasi Pendidikan dan Kekerasan Psikis Anak di SD Kristen Kalam Kudus
Tragis di Sergai: Seorang IRT Tewas Setelah Sepeda Motor Tertabrak Kereta Api Saat Menjemput Anak Pulang Sekolah
Bupati Humbang Hasundutan Dorong Pendidikan Berkualitas, Siswa Berprestasi Dapat Penghargaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru