Berdasarkan keterangan Biro Sekretariat Presiden, Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Keberangkatan Prabowo dilepas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara Herindra.
Agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan bilateral dengan Trump untuk membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk energi, investasi, dan perdagangan.
Pemerintah Indonesia juga dikabarkan tengah mematangkan rencana penandatanganan pakta perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART).
Sehari sebelum keberangkatan, Prabowo memanggil sejumlah menteri dalam rapat terbatas di Hambalang.
Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan rapat itu bertujuan memastikan posisi Indonesia dalam perundingan ekonomi dengan Amerika Serikat tetap berpihak pada kepentingan nasional.
"Presiden menginginkan agar perundingan tidak bersifat transaksional jangka pendek, melainkan memperkuat struktur ekonomi nasional," ujar Teddy melalui keterangan tertulis.
Menurut Teddy, Prabowo menekankan pentingnya peningkatan produktivitas industri dalam negeri dan penguatan rantai pasok global sebagai bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia.
Selain agenda bilateral, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dibentuk Trump pada 19 Februari mendatang.