BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Selama Tiga Hari Menu MBG di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang Diduga Tak Penuhi Standar Gizi

Abyadi Siregar - Rabu, 04 Maret 2026 13:22 WIB
Selama Tiga Hari Menu MBG di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang Diduga Tak Penuhi Standar Gizi
Menu MBG di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumut, hari ini Rabu (04/02/2026). (foto: RK)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATUBARA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumut, memang benar-benar bandel.

Lihat saja. Dalam tiga hari berturut-turut, SPPG ini masih terus mendistribusikan menu MBG yang diduga tidak memenuhi standar gizi dan terindikasi korupsi.

Padahal sebelumnya, video menu MBG yang disalurkan SPPG yang dikelola pria berinisial R ini, sudah viral. Selain karena harganya diperkirakan tidak sesuai yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 10.000, menunya juga diduga tidak memenuhi standar gizi. Bahkan, terindikasi korupsi.

Baca Juga:

Selama Tiga Hari Menunya Mengecewakan
Salah seorang orang tua siswa Raman Krisna kepada bitvonline.com menjelaskan, sudah tiga hari ini menu MBG di sekolah anaknya tersebut sangat mengecewakan, diduga tidak sesuai standar yang ditetapkan dan berpotensi korupsi.

Pada 2 Maret 2026 misalnya, jelasnya, menu MBG dari SPPG ini hanya terdiri dari satu kotak susu kecil merek Frisian Flag, satu buah salak, dan satu bungkus kerupuk. Ketiga item menu MBG ini dipastikan tidak lebih dari sekitar Rp6.000.

Karena kecewa, Raman Krisna akhirnya mem-vidiokan menu MBG tersebut, yang pada akhirnya viral di berbagai platform media sosial. Anehnya, meski sudah viral, tidak terlihat upaya R selaku pengelola SPPG untuk melakukan perbaikan sesuai standar yang ditetapkan.

Buktinya, pada 3 Maret 2026, menu MBG dari SPPG ini hanya terdiri dari 1 buah jeruk, 1 bungkus kerupuk seharga Rp 1.000, 2 roti saschet yang diperkirakan seharga Rp 2.000 dan 1 butir telur ayam rebus grade C.

"Hari ini, 4 Maret 2026, menunya hanya terdiri dari Roti Marie Regal yang harganya sekitar Rp 1.000, 1 buah salak, 1 minuman Naraya Soya Botol," jelas Raman Krisna, Rabu (04/03/2026).

Harus Memenuhi Standar Gizi
Padahal, sesuai ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), menu MBG wajib memenuhi standar gizi seimbang (karbohidrat, protein, sayur, buah. Menu tersebut mencakup protein hewani/nabati, lemak, serat dan mikroutrien (vitamin/mineral).

Tidak diketahui apa yang menjadi penyebab R sebagai pengelola SPPB masih membandel dan tidak mau melakukan perbaikan.

MBG memang merupakan program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, berbagai pihak dilibatkan dalam pengelolaan SPPG, termasuk institusi penegak hukum seperti kepolisian.

Diduga kuat, inilah yang diduga menyebabkan kekacauan pengelolaan MBG sampai saat ini tidak ada yang diproses secara hukum. Padahal, sudah banyak anak yang menjadi korban keracunan. Tidak hanya itu, potensi korupsi juga sangat terlihat jelas dalam pengelolaan SPPG ini.

Keuntungan SPPG Rp2000/Porsi
Pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp15.000 untuk satu porsi MBG. Dari besaran itu, Rp10.000 wajib digunakan untuk biaya menunya. Sedang Rp3.000 lagi merupakan anggaran operasional di SPPG. Dan Rp2000 lagi merupakan keuntungan bersih dari setiap pengelola SPPG.

Menurut ketentuan, satu SPPG awalnya diberi kewenangan menyiapkan sekitar 3.500-4.000 porsi MBG. Kalau misalnya 3.500 porsi MBG saja setiap hari, berarti keuntungan bersih pengelola SPPG setiap hari adalah Rp7.000.000. Satu bulan (30 hari) berarti Rp210.000.000.*

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru