Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar dan perlengkapan ibadah bagi masyarakat terdampak bencana.
"Bantuan dari Presiden antara lain 250 Alquran, 500 sajadah, 250 sarung, 250 mukena, serta 5.000 celana," kata Safrizal dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan berbagai jenis pakaian seperti 300 jaket, 1.000 kemeja, 1.000 sarung, 1.000 pakaian campuran, serta 500 jilbab.
Bantuan juga mencakup 600 paket peralatan dapur yang diserahkan secara simbolis kepada pemerintah daerah setempat.
Safrizal mengatakan proses penanganan pascabencana di Aceh terus dipercepat, terutama dalam pendataan korban terdampak.
Ia menekankan pentingnya data korban yang akurat, termasuk identitas lengkap dan alamat, agar distribusi bantuan tidak salah sasaran.
Menurut dia, data korban juga harus dilengkapi dengan pilihan hunian tetap, baik dalam bentuk hunian komunal maupun hunian tetap di lokasi asal.
Pemerintah menargetkan pembangunan hunian tetap bagi korban bencana dapat dimulai setelah Lebaran jika tidak ada kendala dalam proses pendataan dan persiapan lahan.
Pemerintah pusat sebelumnya juga melakukan realokasi besar anggaran infrastruktur melalui program Instruksi Presiden 2026 untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Total kebutuhan dana pemulihan di tiga wilayah tersebut diperkirakan mencapai Rp51 triliun. Pemerintah memastikan anggaran Transfer ke Daerah untuk Aceh tidak mengalami pemotongan, sementara daerah terdampak lainnya akan memperoleh dukungan anggaran yang setara.*
(oz/dh)
Editor
: Dharma
Jelang Lebaran, Presiden Prabowo Subianto Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Bireuen Aceh