SIMALUNGUN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan dampak signifikan di Sumatera Utara.
Hingga April 2026, program ini telah menjangkau sekitar 2,9 juta peserta didik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengatakan saat ini telah berdiri 1.285 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai wilayah Sumut.
"Program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat," ujar Sony usai rapat konsolidasi program MBG di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, pelaksanaan MBG turut menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja serta melibatkan 2.386 pemasok bahan pangan, mulai dari beras, telur, ikan, sayur, hingga buah-buahan.
Sony menekankan pentingnya transparansi dan kolaborasi lintas sektor agar program berjalan optimal. Ia juga mendorong pemerintah daerah aktif terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan program.
"Transparansi dan komunikasi dengan mitra harus terus dibangun agar program ini tepat sasaran," katanya.
Meski telah menjangkau jutaan siswa, Sony menyebut capaian tersebut belum final. Pemerintah masih akan menambah jumlah SPPG untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.
"Ke depan masih akan ada penambahan SPPG untuk memenuhi kebutuhan layanan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyambut positif perkembangan program MBG. Ia menilai dampaknya mulai dirasakan, terutama oleh petani yang kini memiliki pasar untuk hasil panennya.
"Alhamdulillah, perekonomian mulai terasa. Hasil pertanian petani kita terserap," ujarnya.
Pemprov Sumut, lanjutnya, berkomitmen mempercepat pelaksanaan program MBG melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
"Dengan visi Sumut Berkah, kami dorong kepala daerah untuk memperkuat konsolidasi dan pendataan," tambahnya.
Di Kabupaten Simalungun sendiri, saat ini telah beroperasi 50 dapur SPPG. Sepanjang 2026, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 95 dapur untuk mendukung perluasan program MBG.*
(mi/dh)
Editor
: Adam
MBG Jangkau 2,9 Juta Siswa di Sumut, Serap 58 Ribu Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekonomi Daerah