BREAKING NEWS
Senin, 13 April 2026

Paradoks Demokrasi? 92% Kenal Pancasila, Tapi 53% Warga Takut Bicara Politik

Nurul - Senin, 13 April 2026 09:24 WIB
Paradoks Demokrasi? 92% Kenal Pancasila, Tapi 53% Warga Takut Bicara Politik
Garuda Pancasila, lambang negara Republik Indonesia. (Foto: univpancasila)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengenal dan menilai Pancasila sebagai fondasi penting kehidupan berbangsa.

Namun, di balik tingginya tingkat pengenalan tersebut, muncul catatan serius terkait kebebasan sipil, khususnya rasa takut dalam berbicara politik.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, mengungkapkan bahwa sebanyak 92,7 persen responden mengaku mengetahui atau pernah mendengar Pancasila. Angka tersebut dinilai sangat tinggi.

Baca Juga:

"Kalau ini nilai akademik, sudah kategori A," ujar Djayadi dalam pemaparan survei di Jakarta, Minggu (12/4/2026).

Tak hanya mengenal, sebagian besar responden juga memahami isi Pancasila. Sebanyak 68,2 persen mampu menyebutkan lima sila secara lengkap, sementara sisanya hanya mengetahui sebagian atau tidak sama sekali.

Mayoritas Puas Demokrasi, Tapi Takut Bicara Politik

Survei yang melibatkan 2.020 responden ini juga mengukur persepsi publik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 69,8 persen responden mengaku puas terhadap jalannya demokrasi.

Selain itu, 73,9 persen responden menilai Indonesia sebagai negara demokratis.

Namun, di sisi lain, survei menemukan adanya fenomena ketakutan dalam kehidupan politik. Sebanyak 53 persen responden menyatakan masyarakat merasa sering atau selalu takut untuk berbicara soal politik.

"Banyak masyarakat yang merasa lebih takut bicara politik saat ini," kata Djayadi.

Tak hanya itu, 58 persen responden juga mengaku khawatir terhadap kemungkinan penangkapan sewenang-wenang oleh aparat.

Kebebasan Beragama Dinilai Tinggi

Dalam aspek kebebasan beragama, hasil survei menunjukkan angka yang sangat positif. Sebanyak 97,3 persen responden merasa bebas menjalankan agama yang dianutnya.

Mayoritas juga menilai kebebasan beragama sebagai hal penting dalam kehidupan bernegara.

Kekhawatiran Ancaman dan Perpecahan Tinggi

Meski demikian, kekhawatiran terhadap kondisi nasional juga cukup tinggi. Sebanyak 90 persen responden mengaku khawatir terhadap ancaman dari luar negeri, serta potensi perpecahan bangsa.

Namun, komitmen terhadap keutuhan negara tetap kuat. Sebanyak 77,9 persen responden menolak adanya gerakan pemisahan wilayah dari Indonesia.

Patriotisme Tetap Tinggi

Dalam hal patriotisme, mayoritas masyarakat masih menunjukkan komitmen kuat. Sebanyak 74,9 persen responden menyatakan bersedia membela negara jika terjadi perang.

Survei ini dilakukan pada 4–12 Maret 2026 dengan margin of error ±2,2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Naik 8 Persen Imbas Rencana Blokade Selat Hormuz
Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik, Pemerintah Cari Cara Jaga Stabilitas
Prabowo ke Rusia Besok, Akan Bertemu Vladimir Putin Bahas Energi dan Geopolitik Dunia
IHSG Melonjak 6,14 Persen dalam Sepekan, Tembus 7.458 di Tengah Meredanya Geopolitik Timur Tengah
Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes, Fokus Perkuat Kerja Sama RI-Oman dan Yaman
Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes RI untuk Oman dan Yaman di Tengah Ketegangan Timur Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru