BREAKING NEWS
Rabu, 24 Juni 2026

PB ISMI Gelar Konferensi Internasional Selat Malaka 2026 di Batam, Buka Kesempatan bagi Pemakalah dari Dalam dan Luar Negeri

Azryn Marida - Rabu, 24 Juni 2026 18:20 WIB
PB ISMI Gelar Konferensi Internasional Selat Malaka 2026 di Batam, Buka Kesempatan bagi Pemakalah dari Dalam dan Luar Negeri
Konferensi pers di Kantor PB ISMI, Jalan Pepaya, Medan, Rabu (24/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ketua Panitia ICSM 2026, Tengku Ryo, mengatakan hingga saat ini sejumlah peserta dari Malaysia dan Turki telah mendaftarkan diri.

Panitia juga menargetkan keikutsertaan peserta dari Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Australia.

Dari dalam negeri, peserta diharapkan berasal dari berbagai wilayah yang memiliki keterkaitan dengan kawasan Selat Malaka, seperti Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Utara, serta daerah lainnya.

"Kita sengaja membuka konferensi ini pada tanggal 23 September, sebab tanggal tersebut adalah juga merupakan Hari Maritim Nasional kita," ujar Tengku Ryo.

Menurut Prof. Ilmi Abdullah, konferensi ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai ancaman yang dihadapi kawasan Selat Malaka, mulai dari degradasi lingkungan pesisir hingga tantangan sosial dan ekonomi masyarakat maritim.

Melalui forum internasional tersebut, PB ISMI berharap lahir berbagai rekomendasi dan solusi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah maupun lembaga internasional dalam menjaga keberlanjutan kawasan Selat Malaka.

"Nantinya, gagasan atau rumusan hasil konferensi ini akan dijadikan rekomendasi untuk disampaikan kan baik kepada pihak IMO, maupun kepada Pemerintah Indonesia, sekurangnya sebagai upaya ISMI memberikan sumbangan pemikiran untuk penataan yang baik dan berkelanjutan dari berbagai aspek, untuk kawasan Selat Malaka," tambah Dr. Yanhar.

PB ISMI menilai Selat Malaka memiliki posisi strategis sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk memastikan kawasan tersebut tetap menjadi ruang maritim yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir maupun dunia internasional.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Masyarakat Bisa Pilih Logo HUT ke-81 RI, Begini Caranya!
Prabowo: Juli Ini Kita Launching B50, Indonesia Tak Akan Impor Solar Lagi
Rico Waas Teken Prasasti Revitalisasi Gereja St. Antonius Hayam Wuruk, Dukung Toleransi dan Keberagaman di Medan
Pasien TBC Jadi Sasaran Baru MBG? Ini Respons DPR
Program MBG Bakal Didukung AI? Ini Kata Menko Airlangga
Indonesia Penuhi Standar Swasembada Pangan FAO, Prabowo Optimistis Jadi Lumbung Padi Dunia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru