KPK Kejar Jejak Suap Ijon Proyek Rp980 Juta, 8 Saksi Diperiksa dan 3 Lokasi Digeledah
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi untuk mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi berup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) membantah isu yang menyebut pemerintah melakukan pengondisian terhadap aksi demonstrasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menegaskan pemerintah menghormati seluruh bentuk penyampaian pendapat masyarakat, baik yang mendukung maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah.
"Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapa pun boleh menyatakan pendapat. Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan pemerintah maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah. Posisi pemerintah menghormati kedua belah pihak tersebut," ujar Kurnia kepada wartawan di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).Baca Juga:
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas berkembangnya isu mengenai dugaan keterlibatan pemerintah dalam aksi-aksi yang memberikan dukungan terhadap program MBG.
Menurut Kurnia, fokus pemerintah saat ini adalah melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Evaluasi serta perbaikan terus dilakukan oleh jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan yang baru.
"Pada intinya, yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal program Makan Bergizi Gratis. Sembari itu juga perbaikan-perbaikan sembari dilakukan oleh pimpinan BGN yang baru," ucapnya.
Kurnia kembali menegaskan bahwa tudingan adanya pengondisian massa untuk mendukung MBG tidak benar.
Ia memastikan pemerintah tidak terlibat dalam pengorganisasian aksi demonstrasi, baik yang mendukung maupun yang menolak suatu kebijakan.
"Ya, saya rasa penjelasan saya tadi sudah bisa merespons ya terkait dengan dugaan ada pengondisian dari pemerintah terhadap demo yang mendukung MBG. Saya rasa itu tidak benar," ujarnya.
"Karena posisi pemerintah adalah menghargai setiap pendapat suara masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra," tambahnya.
Belakangan, Program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah kritik terkait pelaksanaan program tersebut di beberapa daerah.
Di sisi lain, sejumlah kelompok masyarakat juga menggelar aksi yang menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Pemerintah menyatakan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat yang menjadi sasaran utama program.* (d/ad)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa delapan saksi untuk mendalami konstruksi perkara dugaan tindak pidana korupsi berup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Gerindra menempati posisi teratas dalam survei elektabilitas partai politik yang dilakukan Indonesia Political Opinion (I
POLITIK
JAKARTA Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. Skuad Garuda hanya mampu finis di pering
OLAHRAGA
JAKARTA Bank Indonesia kembali membuka kesempatan kerja melalui Seleksi Penerimaan Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer (PCPM) Angka
NASIONAL
JAKARTA Memilih laptop gaming dengan harga sekitar Rp10 juta hingga Rp15 jutaan kini semakin menarik. Di kelas harga tersebut, konsumen su
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
MEDAN Perempuan berinisial WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemeri
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA