BREAKING NEWS
Rabu, 05 Agustus 2026

Cak Imin Minta Warga Tak Tergiur Kerja ke Kamboja, Sebut Kondisinya Lebih Miskin dari RI

Administrator - Rabu, 05 Agustus 2026 10:00 WIB
Cak Imin Minta Warga Tak Tergiur Kerja ke Kamboja, Sebut Kondisinya Lebih Miskin dari RI
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Foto: ANTARA/Andi Firdaus)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

CIANJUR - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke Kamboja. Menurutnya, banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban eksploitasi di negara tersebut.

Peringatan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri kegiatan pelepasan dan pembekalan ratusan calon pekerja migran Indonesia (PMI) di Pendopo Bupati Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

"Warning kerja yang paling kita hati-hati, jangan mudah tergiur bekerja ke Kamboja. Kita kasih warning, Kamboja banyak terjadi eksploitasi. Lebih miskin dari kita negaranya," kata Muhaimin.

Baca Juga:

Ia mengaku telah mengunjungi langsung Kamboja untuk melihat kondisi di lapangan. Dari hasil kunjungannya tersebut, Cak Imin menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum menerima tawaran pekerjaan di negara itu.

"Saya kemarin terbang ke sana. Saya cek satu per satu. Negaranya lebih miskin dari kita, jangan kerja ke sana. Lebih miskin kok kerja ke sana. Itu warning untuk Kamboja," ujarnya.

Menurut Muhaimin, pemerintah akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai risiko bekerja melalui jalur ilegal. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah semakin banyak warga menjadi korban penipuan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Ia juga meminta pemerintah daerah aktif menyosialisasikan pentingnya memilih jalur penempatan pekerja migran yang resmi dan sesuai ketentuan.

"Pak Bupati dan jajaran, mari kita sosialisasikan terus. Kita juga siap bekerja sama dengan swasta dan pihak mana pun yang memiliki kegiatan penempatan PMI. Mari kita duduk bersama mencari jalan yang legal, jangan menempuh jalur ilegal," tegasnya.

Selain memperkuat perlindungan bagi pekerja migran, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program SMK Go Global. Program tersebut disiapkan untuk mencetak lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri di berbagai negara tujuan.

Muhaimin mengatakan pemerintah telah memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan Indonesia di luar negeri guna membuka peluang kerja yang aman dan legal bagi para PMI.

Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin melepas sebanyak 337 calon pekerja migran asal Kabupaten Cianjur yang akan bekerja di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

Para calon PMI tersebut sebelumnya telah menjalani pelatihan di 12 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai bekal sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

Pemerintah berharap program tersebut mampu memperluas kesempatan kerja di sektor formal luar negeri sekaligus menekan angka pengangguran, khususnya di Kabupaten Cianjur.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemkot Medan Fasilitasi 1.692 Calon Pekerja Migran Bekerja ke Luar Negeri
Tumbang Beruntun, Kamboja, Timor Leste, dan Laos Resmi Angkat Koper dari AFF 2026
Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam: Laga Penentu Tiket Semifinal ASEAN Championship 2026
Debut Sensasional! Mitchell Baker Cetak Hattrick, Timnas Indonesia Hajar Kamboja 5-1
Timnas Indonesia Hadapi Kamboja Malam Ini, Garuda Bidik Awal Manis di Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Vs Kamboja: Debut Resmi John Herdman, Bisakah Garuda Awali Piala AFF 2026 dengan Kemenangan?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru