Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan penghentian sementara operasional merupakan bagian dari prosedur standar ketika kondisi ruang udara berpotensi membahayakan penerbangan.
"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujar Hermana, Senin (7/9).
AirNav Indonesia memastikan pemantauan terhadap kondisi ruang udara terus dilakukan secara berkala.
Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan penerbangan juga diperkuat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik dapat segera diterjemahkan menjadi informasi keselamatan bagi maskapai, operator penerbangan, dan pengguna jasa penerbangan.
"AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu," katanya.
Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III, kondisi ruang udara di wilayah terdampak tetap menjadi perhatian.
Operasional bandara akan mengikuti perkembangan terbaru sebaran abu vulkanik dan informasi keselamatan penerbangan.
Bagi calon penumpang, perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan masih mungkin terjadi selama penutupan diberlakukan.
Penumpang disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai dan otoritas penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.
Kondisi penerbangan dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan ruang udara.* (sp/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.