BREAKING NEWS
Minggu, 18 Oktober 2026

Rico Waas Dorong Forum Pemuda Lintas Agama Medan Hadirkan Aksi Nyata, SK Ditargetkan Terbit Pekan Depan

Abyadi Siregar - Jumat, 16 Oktober 2026 19:31 WIB
Rico Waas Dorong Forum Pemuda Lintas Agama Medan Hadirkan Aksi Nyata, SK Ditargetkan Terbit Pekan Depan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi pengurus FPLA Kota Medan di Balai Kota Medan, Jumat, 16 Oktober 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kota Medan tidak sekadar menjadi simbol kerukunan, tetapi juga mampu memberdayakan generasi muda, mengembangkan kreativitas, dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Rico menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi pengurus FPLA Kota Medan di Balai Kota Medan, Jumat, 16 Oktober 2026.

Pertemuan itu juga membahas penerbitan Surat Keputusan (SK) sebagai landasan hukum bagi forum tersebut agar dapat menjalankan program secara resmi.

Baca Juga:

Menurut Rico, keberagaman masyarakat Medan merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif generasi muda.

FPLA diharapkan menjadi ruang bagi pemuda dari berbagai agama untuk saling mengenal, mempererat kebersamaan, mengembangkan potensi, dan berkontribusi dalam pembangunan kota.

"Saya berharap lebih berbicara tentang pemberdayaan anak muda dan keagamaan. Perbedaan ini membuat kita saling melengkapi. Fungsi anak muda adalah menjadi simbolistik yang memperlihatkan kekompakan di tengah masyarakat," ujar Rico Waas didampingi Kaban Kesebangpol Andi Mario dan Kabag Hukum Junaidi Sanjaya serta Plt BKAD Suluh Aulia.

Rico menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.

Melalui FPLA, para pemuda diharapkan dapat mengembangkan kegiatan kreatif, memperkuat pemahaman keagamaan di lingkungan masing-masing, serta membangun kepedulian sosial tanpa membedakan latar belakang agama.

Ia juga mendorong forum tersebut terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk menjadi relawan dan membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

Menurut Rico, semangat persaudaraan lintas agama harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Kerukunan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pernyataan atau kegiatan seremonial, tetapi perlu dibuktikan lewat kerja bersama.

Karena itu, FPLA diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi pemuda untuk membangun solidaritas sekaligus memperkuat persatuan di Kota Medan.

Meski mendorong forum tersebut segera aktif, Rico mengingatkan agar program FPLA disusun secara terarah dan disinergikan dengan organisasi yang sudah ada, khususnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Sinergi tersebut diperlukan agar FPLA dapat memperkuat upaya menjaga kerukunan sekaligus berfokus pada pemberdayaan generasi muda tanpa tumpang tindih kewenangan dengan forum lainnya.

Terkait legalitas organisasi, Rico menyatakan Pemerintah Kota Medan akan mempermudah mekanisme penerbitan SK agar FPLA dapat segera menjalankan kegiatannya.
"Minggu depan sudah selesai, saya tidak ingin lama-lama. Mekanismenya dipermudah," tegas Rico Waas.

Rico juga meminta pengurus FPLA merangkul organisasi kepemudaan yang belum bergabung.

Semakin luas keterlibatan pemuda dari berbagai latar belakang, semakin besar peluang membangun kegiatan bersama yang berdampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah, Irsan Armadi, mengatakan pembentukan FPLA Kota Medan merupakan langkah untuk memperkuat peran pemuda lintas agama.

Ia menjelaskan, forum serupa telah terbentuk di Kabupaten Deli Serdang.

Adapun di Kota Medan, keberadaan landasan hukum diperlukan agar organisasi tersebut dapat menjalankan program dengan lebih terarah.

Irsan berharap FPLA menjadi terobosan untuk memperkenalkan karakter Kota Medan sebagai kota yang memiliki masyarakat beragam, tetapi tetap mampu menjaga keharmonisan.

Salah satu gagasan yang didorong ialah melibatkan pemuda lintas agama dalam berbagai kegiatan di destinasi wisata kota.

Melalui kegiatan tersebut, mereka dapat menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukan penghalang untuk membangun persatuan dan kebersamaan.

Dengan dukungan Pemko Medan, FPLA diharapkan segera memperoleh legalitas dan mulai menjalankan program pemberdayaan pemuda, kegiatan keagamaan, serta aksi sosial dan kemanusiaan.

Pembentukan forum ini diharapkan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Medan sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK: Korupsi Dana Bencana BNPB Jadi Ironi di Tengah Masyarakat yang Membutuhkan Bantuan
KPK Tetapkan Lima Tersangka Kasus Dana Bencana BNPB: Sita Uang Asing, Emas, dan Aset Kripto
Praperadilan Dikabulkan Sebagian, Dhody Thahir Bebas dan Siap Kembali Bekerja untuk Rakyat
Konjen Jepang Furugori Toru Pamit dari Medan, Rico Waas Dorong Investasi dan Kerja Sama Berlanjut
Direktur TPL Anwar Lawden Ditangkap di Medan, Kejagung Usut Dugaan Korupsi Transfer Pricing Rugikan Negara Rp2 Triliun
DLHK Sumut Pastikan Tak Ada Titik Api, Kabut Asap di Medan Diduga Kiriman dari Luar Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru