BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Edward Tannur Kembali Diliputi Sorotan, Putranya Bebas dari Tuduhan Penganiayaan

BITVonline.com - Kamis, 25 Juli 2024 09:47 WIB
Edward Tannur Kembali Diliputi Sorotan, Putranya Bebas dari Tuduhan Penganiayaan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA -Nama politikus PKB, Edward Tannur, kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Tanah Air. Sorotan ini tak lepas dari kabar bahwa putranya, Ronald Tannur, baru-baru ini divonis bebas dalam kasus penganiayaan yang tragis terhadap kekasihnya, Dini Sera Afriyanti. Meskipun demikian, Edward Tannur tetap aktif sebagai anggota Fraksi PKB DPR RI Dapil Nusa Tenggara Timur II, bahkan maju sebagai calon legislatif pada Pemilu Legislatif 2024.

Kabar ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, yang menegaskan bahwa kasus yang menimpa Ronald Tannur tidak ada kaitannya dengan sang ayah. Meskipun begitu, perbincangan publik terus mengaitkan nama PKB dengan kasus hukum yang menimpa keluarga Tannur.

Sementara itu, Ketua DPP PKB, Luluk Nur Hamida, menjelaskan bahwa Edward Tannur sempat dinonaktifkan dari tugasnya di Komisi DPR untuk sementara waktu, guna fokus menangani kasus hukum yang menimpa putranya. Namun, kini Edward telah kembali aktif dan terlibat dalam Komisi IV DPR RI, dengan fokus memperjuangkan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Kasus penganiayaan yang menewaskan Dini Sera Afriyanti sendiri telah melewati proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. Hakim yang menangani kasus ini, Erintuah Damanik, menjatuhkan vonis bebas terhadap Ronald Tannur dengan pertimbangan tidak cukup bukti yang meyakinkan untuk membuktikan kesalahannya dalam dakwaan jaksa. Hakim menyatakan bahwa kematian Dini Sera Afriyanti bukan akibat dari penganiayaan, melainkan dampak dari minuman beralkohol yang dikonsumsi korban.

Ronald Tannur, yang merupakan anak dari anggota DPR RI PKB, Ronald Tannur, dituduh melakukan serangkaian penganiayaan terhadap Dini Sera Afriyanti di Blackhole KTV Club, Surabaya pada Oktober 2023 lalu. Kejadian tragis ini memunculkan berbagai spekulasi dan perdebatan publik mengenai keadilan hukum dan tanggung jawab moral.

Pada akhirnya, perbincangan ini tidak hanya mencerminkan dinamika politik dan hukum di Indonesia, tetapi juga menjadi sorotan terhadap etika dan integritas dalam pengelolaan kasus-kasus hukum yang melibatkan tokoh-tokoh publik.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru