JAKARTA-SekJenPartai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, mempertanyaan kritis terkait aliran dana asing dalam operasi intelijen negara asing kepada capres cawapres yang ikut dalam kontestasi Pilpres 2024.
Pertanyaan ini diajukan kepada Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarhakam) Polri, Komjen Mohammad Fadil Imran, dalam rapat bersama Komisi III DPR yang membahas persiapan pengamanan Pemilu 2024 di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Rabu (15/11/2023).
Aboe Bakar menyoroti informasi yang disampaikan oleh Fadil Imran dalam pemaparan, yang menyebut adanya kegiatan operasi intelijen asing yang terjadi. Namun, Fadil Imran membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa dalam pemaparannya ia hanya menyebutkan potensi kerawanan dari operasi intelijen negara asing, bukan suatu kegiatan yang sudah terjadi.
https://youtu.be/cK8aHe3RsjI
Kontroversi ini mencuat setelah pertanyaan tajam Aboe Bakar, yang menyoroti masalah sensitif terkait kedaulatan negara dan potensi campur tangan asing dalam urusan dalam negeri. Fadil Imran, dalam klarifikasinya, menegaskan bahwa apa yang disampaikannya adalah analisis potensi kerawanan, bukan pengakuan terhadap adanya operasi intelijen asing yang telah terjadi.
(RED)
Polri Buka Suara Dugaan Aliran Dana Asing ke Capres-Cawapres 2024