Keputusan ini disampaikan langsung oleh pelatih asal Belanda tersebut usai laga final Piala AFF U-23 melawan Vietnam.
Vanenburg menegaskan bahwa SEA Games bukan termasuk dalam agenda tanggung jawabnya dan telah ada keputusan dari pihak federasi mengenai siapa yang akan menangani tim untuk turnamen tersebut.
"Untuk SEA Games, saya diberitahu bahwa itu bukan turnamen yang akan saya tangani langsung. Saya fokus pada kompetisi berikutnya, dan tidak mempermasalahkan keputusan tersebut," ujar Vanenburg dalam konferensi pers usai pertandingan, Rabu (30/7).
Meski tidak turun langsung, Vanenburg menegaskan tetap akan memberi dukungan dan arahan taktis kepada tim yang berlaga di SEA Games.
Fokus utamanya kini adalah mempersiapkan Timnas Indonesia U-23 untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Timnas Indonesia U-23 tergabung di Grup J bersama Korea Selatan, Laos, dan Makau.
Menariknya, Indonesia akan menjadi tuan rumah untuk seluruh laga grup yang akan digelar pada 1–9 September 2025.
Keuntungan tampil di kandang menjadi salah satu motivasi kuat bagi Vanenburg untuk membawa skuad Garuda Muda lolos ke putaran final.
"Kualifikasi Piala Asia U-23 adalah target besar kami. Bermain di kandang tentu menjadi keuntungan yang harus kami maksimalkan," tambahnya.
Sebelumnya, Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam di final Piala AFF U-23 2025 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Kekalahan tipis 0-1 tersebut menjadi akhir dari perjuangan panjang Garuda Muda di turnamen regional tersebut.
Meskipun gagal meraih gelar, Vanenburg tetap menunjukkan optimisme dan rasa bangga atas performa anak asuhnya.
Ia menilai skuad muda Indonesia memiliki potensi besar jika mendapat pendampingan dan kontinuitas program pengembangan yang tepat.
"Kami akan terus evaluasi dan perbaiki. Saya bangga dengan kerja keras para pemain. Ini bukan akhir, tapi awal dari proses yang lebih besar," pungkasnya.
PSSI diperkirakan akan segera mengumumkan nama pelatih yang akan menangani Timnas U-23 khusus untuk SEA Games.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa sosok pengganti Vanenburg untuk ajang multi-event tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk strategi federasi dalam membagi fokus dan tanggung jawab antar turnamen, mengingat padatnya agenda internasional tim nasional di berbagai level usia.*