Direktur Utama I. League, Ferry Paulus, menyebutkan bahwa pergantian nama dari Liga 2 menjadi Pegadaian Championship bukan sekadar perubahan kosmetik, melainkan bagian dari upaya besar untuk mendorong transformasi sepak bola nasional.
"Ini bukan sekadar nama baru. Ini adalah era baru. Kami ingin kompetisi ini benar-benar memberikan kontribusi positif bagi sepak bola Indonesia," ujar Ferry dalam konferensi pers, Jumat (12/9).
Musim ini, Pegadaian Championship diikuti oleh 20 tim, berkurang dari 26 tim musim lalu.
Tim-tim tersebut dibagi menjadi dua grup berdasarkan wilayah, Wilayah Barat dan Timur, masing-masing berisi 10 klub.
Kompetisi menggunakan sistem triple round-robin, tanpa babak 8 besar atau semifinal seperti musim sebelumnya.
Ferry menegaskan bahwa sistem ini diterapkan demi menjunjung tinggi integritas kompetisi.
"Tidak ada lagi pertandingan 'main mata' di babak 8 besar. Semua tim akan bertanding penuh dalam grup masing-masing," katanya.
Juara dari masing-masing grup akan langsung promosi ke Liga 1 (Super League), sedangkan dua runner-up akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tiket tambahan ke kasta tertinggi.
Sementara itu, tim-tim peringkat terbawah akan menghadapi degradasi dan play-off untuk bertahan.
Zainudin Amali, Komisaris Utama I. League sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, turut hadir dalam peluncuran kompetisi ini.